Twisted Suspense
17 June 2013
Review: Jack The Giant Slayer (2013)
16 June 2013
Review: Oz The Great And Powerful (2013)
Siapa yang tidak tahu "The Wizard Of Oz" ? Salah satu kisah yang paling terkenal selain Hansel & Gretel, Jack And The Beanstalk dan Alice In The Wonderland. Cukup sulit untuk membuat versi terbaru dari The Wizard Of Oz (1939) dan dari novel The Wonderful Wizard Of Oz (1900). Dengan tangan Sam Raimi, saya cukup optimis bahwa "Oz The Great And Powerful" akan menjadi suatu karya yang tidak mengecewakan. Dan saya mengekspektasikan sesuatu yang lebih megah dari Alice In The Wonderland (2010), dan Jack The Giant Slayer (2013) yang cukup mengecewakan itu. Hasilnya, "Oz The Great And Powerful" ini memang tidak sempurna, namun "Oz The Great and Powerful" jelas akan melekat di hati para penontonya. Apalagi yang menyukai cerita Oz yang mendunia ini. Tidak lupa pula dengan visualnya yang memang kali ini tampil menonjol diantara sisi-sisi lainnya.
15 June 2013
Review: The Call (2013)
13 June 2013
Review: Warm Bodies (2013)
Untuk membayangkan bahwa hadir lagi sebuah film yang hampir mirip dengan salah satu franchise yang paling dibenci banyak orang yakni Twilight, cukup membuat saya berpikir sebentar bahwa sekarang Hollywood sedang mengikuti trend Twilight. Jika The Host mengisahkan kisah percintaan antara alien dengan manusia, kali ini kisah yang lebih konyol lagi kisah mengenai mayat hidup dengan seorang manusia. Namun, ketika saya melihat trailer dan terpampang nama Jonathan Levine, saya sedikit lebih tenang. Warm Bodies sama sekali tidak mirip dengan The Host yang sangat sederhana dan tidak ada spesialnya tersebut dan Twilight yang super cheesy itu. Warm Bodies berhasil menghadirkan berbagai hal yang tidak dipunyai oleh Twilight maupun The Host.
12 June 2013
Review: The Host (2013)
The Host adalah Twilight di tahun ini, film adaptasi dari novel karnagan Stephanie Meyer yang juga penulis buku Twilight yang kemudian difilmkan dan menjadi salah satu franchise terfavorit. Twilight yang menurut tidak seburuk yang dipikirkan mendapatkan banyak sekali haters yang sama sekali tidak layak mereka dapatkan. Begitu pula dengan The Host, dibalik begitu sederhananya film ini, film ini pada akhirnya masih mampu dinikmati. Andrew Niccol yang sempat menyutradari sebuah film favorit saya di tahun 2011 (In Time) cukup berhasil dalam filmnya tersebut. Namun, Andrew Niccol kali ini masih kurang greget menggarap sebuah film sci-fi yang seharusnya mampu menjadi film yang cukup mengesankan. Ini jelas sangat jauh dari kata sempurna dan pada akhirnya The Host sama sekali tidak spesial.
10 June 2013
Review: Fast & Furious 6
Sebuah pencapaian mengesankan bagi franchise Fast And Furious karena telah berhasil menghasilkan enam buah seri yang tidak mengecewakan, pendapatan box-office nya. Franchise ini punya ups and downs nya. Seperti pada Fast Furious Four, sebuah hasil yang cukup mengecewakan. Kemudian, kembali lagi dengan Fast Five yang jauh diatas kualitas seri sebelumnya. Sempat berpikir sampai kapan franchise ini berakhir dant terlihat terlalu kebanyakan, dan berpikir "Apa perlu dilanjutkan lagi?" namun jika hasil pendapatan selalu bagus dan kualitas nya semakin meningkat , kenapa tidak?
25 May 2013
30 Best Performances from American Idol 2013
American Idol 2013 telah dicap sebagai season terburuk selama sejarah American Idol. Walaupun dikatakan pula bahwa season 12 nya ini adalah season yang memiliki deretan penyanyi wanita terbaik, secara keseluruhan tingkat performance yang diberikan oleh setiap kontestan sangat jauh dibawah beberapa season sebelumnya. WNTS adalah sebuah situs yang mengumpulkan semua opini-opini dari Reviewer, Kritikus dan situs-situs yang membahas American Idol dan menggantinya dalam bentuk nilai dari 0-100. Tampak dari list ini, dikuasai oleh Candice Glover dan Kree Harrison. Candice Glover, pemenang American Idol 2013 dan Kree Harrison, runner-up.
17 May 2013
Review: Evil Dead (2013)
Evil Dead adalah sebuah remake dari horror-cult yang dulu sungguh terkenal. Versi Sam Raimi nya yang gila tersebut di remake oleh Fede Alvarez dengan cukup berbeda. Betapa bodohnya saya baru tahu bahwa Cabin In The Woods adalah parodi dari Evil Dead. Evil Dead adalah film horror tergila dan akan menjadi film horror tersadis dan ter-WTF di tahun lemah ini. Fede Alvarez telah melakukan sebuah pekerjaan dengan sangat-sangat baik, apalagi jika kita mengetahui bahwa meremake sebuah film klasik yang sangat disukai banyak orang itu sungguh sulit sebab banyak sekali ekspektasi-ekspektasi dan harapan-harapan tinggi bahwa filmnya akan sebaik atau tidak setara dengan film original nya. Untuk membandingkan Cabin In The Woods dengan Evil Dead, saya lebih memilih Evil Dead walaupun secara keseluruhan Cabin In The Woods got the whole package.
10 May 2013
Review: Beautiful Creatures (2013)
08 May 2013
Review: Parental Guidance (2012) & A Haunted House (2013)
Yang sama dari kedua film diatas adalah dua-duanya sama-sama ber-genre sama. Sama-sama film komedi. Namun, bedanya yang satu berhasil membuat saya tertawa lepas, yang satunya malah membuat saya ingin cepat-cepat membereskan filmnya. Parental Guidance, cukup telat untuk menyaksikanya di tahun 2013 karena film ini dirilis di akhir tahun 2012. Namun, Parental Guidance yang katanya terlalu biasa untuk sebuah film drama/komedi menurut saya cukup mampu membuat saya terhibur. A Haunted House, sebuah film parodi yang seharusnya bisa tampil lucu malah tampil segaring mungkin.
07 May 2013
Review: Safe Haven (2013)
05 May 2013
Review: Texas Chainsaw 3D (2013)
30 April 2013
Review: Iron Man 3 (2013)
Iron Man, salah satu superhero paling terkenal. Atau mungkin memang yang paling terkenal diantara semua superhero-superhero. Iron Man, atau Tony Stark yang terkenal sebagai sosok superhero yang kocak dan sangat mudah untuk disukai dengan mudah memikat hati banyak penonton dan penyuka film untuk tetap setia mengikuti seri demi seri Iron Man ini. Walaupun saya jujur tidak begitu menyukai Iron Man, tetapi seri pertama dan kedua dari Iron Man ini bisa terbilang tidak mengecewakan. Seri ketiganya ini Jon Faverau digantikan oleh Shane Black. Sepertinya dengan mengganti Jon Faverau dengan Shane Black tidak memberikan dampak yang begitu mendalam bagi seri Iron Man ini. Iron Man 3 terbukti masih belum bisa menyaingi seri pertamanya yang masih adalah seri terbaik yang pernah ada. Walaupun sepertinya, saya juga tidak yakin seri ketiganya ini adalah seri terakhir dari Iron Man, saya masih belum bisa melupakan seri pertamanya yang luar biasa tersebut.
13 April 2013
X Factor Indonesia: Novita Dewi stole the show! Mikha and Fatin really needs to go!
Minggu ini sedikit berbeda sih. Saya nyoba membagi performance nya kedalam beberapa bagian dan menilainya. Jadi, omongan saya bahwa post kemarin saya adalah post terakhir mengenai X Factor sepertinya tidak. X Factor mungkin adalah talent show ter-garing yang pernah ada di Indonesia. Percayalah, segaring-garingnya Indonesian Idol ada yang menyaingi kegaringanya juga. Jadi, minggu ini adalah minggu pertama mengadakan dua ronde. East Meets West. Sounds great, this is what went down last night:
12 April 2013
Review: 3 AM (2012)

Sebuah omnibus horor Thailand yang dirilis tahun lalu namun baru diputar di Blitz Februari kemarin. Horor Thailand terkenal dengan kengerianya, bahkan ia tidak perlu sebuah pondasi cerita yang kuat karena sudah betul-betul dibantu dengan horornya yang luar biasa menakutkan. Selepas itu, thailand selalu khas dengan sosok hantu yang sangat mengerikan jika dilihat. '3 AM' adalah omnibus horor pertama Thailand yang pernah saya saksikan. Dan sejujurnya, Not bad. Walaupun menuntut lebih dari hanya sekedar takut-takutan tak berarti ini. Tapi, '3 AM' bukanlah horor Thailand yang cukup membuat saya ketakutan.
08 April 2013
XFactor Indonesia: We Love This Cheesy Show & What They Need To Do To Win!
Udah tinggal beberapa minggu lagi sampai kita tahu siapa yang akan menang dalam acara XFactor. Ini mungkin akan jadi post terakhir saya membahas mengenai X-Factor. Bring Us Indonesian Idol Back! X-Factor mungkin punya Fatin, Mikha dan Shena yang so-likeable. Tetapi, Indonesian Idol tetap nomor satu. Juri nya jauh berbeda, X-Factor tampak terlalu diperpanjang walapun memang Indonesian Idol pada akhirnya malah yang lebih terlihat lebay padahal tidak. That how the show works. Dan host nya yang terpenting. Robby got nothing on Daniel Mananta. Daniel Mananta sepertinya mendapatkan semua yang diinginkan viewers mengenai sosok seorang pembawa acara. Robby? Dia bahkan lupa apa yang dikatakan para kontestan. Errr! Dari minggu ke minggu terlihat bahwa kontestan bukanya makin semangat malah makin lemes. Makin kehilangan. Makin salah memilih lagu. Berharap mereka mengembalikan Agus dan Dicky untuk memilih sederet lagu-lagu fantastis dibandingkan MIKHA dan FATIN yang memilih lagu favorit mereka dibandingkan mencari risiko untuk memilih lagu yang diluar jalan nya mereka. Kini, semuanya punya 2 acts kecuali Anggun (Yep. The one we thought the strongest!) dan Dhani. Sejujur-jujurnya, saya sama sekali belum tahu siapa yang menang. Clearly, TOP 4 is going to be Mikha(Obviously), Fatin, Shena dan Novita Dewi. Isa Raja, Nu Dimension tinggal menunggu saat nya mereka keluar saja.
25 March 2013
Review: KM97 (2013)

Jika mengingat nama Jose Poernomo, pasti yang terlintas di dalam pikiran anda adalah nama-nama film berikut: Jelangkung, Angkerbatu, Rumah Kentang yang baru dirilis tahun lalu atau bahkan Pulau Hantu.. Film terakhirnya, Rumah Kentang dianggap sebagai horor 'benar' semenjak ia menggarap Pulau Hantu yang hanya mengandalkan tubuh dan bikini pemain wanitanya. Ternyata, Rumah Kentang tidak berjalan demikian. Walaupun memang diyakini berbeda dibandingkan horor esek-esek Indonesia, Rumah Kentang masih memiliki banyak kekurangan. Rumah Kentang bisa dibilang horor yang 'benar' hanya karena tidak menampilkan keseksian-keseksian tubuh wanitanya. Tapi, apakah Rumah Kentang berhasil memberikan sebuah sajian horor berkualitas Indonesia seperti dahulu? Belum.
23 March 2013
Review: The Tower (2013)

Jika boleh berkata jujur, 'The Tower' adalah film layar lebar korea pertama yang pernah saya tonton. Saya tidak pernah menyukai film korea. Menurut saya, korea hanya menang di drama nya saja. Namun, dalam film aksinya. Apakah 'The Tower' berhasil membuktikan kepada saya bahwa Korea juga bisa membuat film yang berkualitas selain drama nya? 'The Tower' telah membuktikan bahwa perfilman Korea tidak hanya stuck di drama saja. Namun, sebagai sebuah aksi saya memang belum mendapatkan apa yang saya inginkan dari 'The Tower'. Adegan menegangkan sudah tentu kita dapatkan. Namun, sebagai sebuah film yang niatnya menakut-nakuti penonton lewat peristiwa mengerikan ini, seharusnya 'The Tower' bisa lebih baik lagi.
19 March 2013
Review: Upside Down (2013)

Menarik bukan? Anda pasti ketika baru melihat premis nya langsung penasaran akan film nya. Lewat trailer nya saja mungkin sudah langsung terpukau dan semakin tidak sabar untuk melihat film panjangnya. Saya beri tahu, semua yang ada di trailer sudah cukup menjelaskan 'Upside Down' secara keseluruhan. Dengan visual nya yang indah,sayang nya tidak mampu membantu 'Upside Down' secara keseluruhan menjadi film yang sempurna. Sebuah film yang tidak mengecewakan tentunya, tetapi bisa berakhir dengan lebih baik lagi.
10 March 2013
American Idol 12 Elimination Order And Review!
05 March 2013
Review: Django Unchained (2012)

Quentin Tarantino, terkenal dengan Inglourious Basterds-nya yang cemerlang tersebut. Serta Kill Bill. Kita semua tahu sutradara bernama Quentin Tarantino selalu hadir dengan ide yang gila namun sekaligus menyegarkan. Dengan ide yang lagi-lagi menyegarkan, hadir sebuah film 'Django Unchained' yang sempat dinominasikan di Oscar sebagai film terbaik. Sudah tidak usah disangkal lagi bagaimana film 'Django Unchained' akan seperti. Yang jelas, sebuah film berdurasi 155 menit yang tersusun begitu rapi oleh Quentin Tarantino. Dengan segala pernak pernik jadulnya, humor segar nya dan darah-darah yang berceceran dimana-mana membuat 'Django Unchained' begitu menghibur.
02 March 2013
Review: Fun Size (2012)

Review: Rise Of The Guardians (2012)

Mengingat sebuah film animasi, kita mempunyai film animasi yang tak mengecewakan di tahun 2012 silam. Sebut saja, 'Brave', 'Frankenweenie', 'Wreck-It Ralph' yang tampil memukau. Hadirnya film-film animasi lainya justru membuat persaingan menjadi lebih sulit lagi. Dan jujur saja, sangat sulit bagi 'Rise Of The Guardians' untuk tampil menjadi yang terbaik karena masih banyak film-film animasi lainya yang lebih baik dibandingkan 'Rise Of The Guardians'. 'Rise Of The Guardians' mengambil kisah yang pure fairytale, menegenai Santa Claus, Easter Bunny, Sandman, Toothfairy dan Jack Frost. Diangkat dari buku berjudul 'The Guardians Of Childhood' dan dengan trailer yang sangat mencuri perhatian, apakah 'Rise Of The Guardians' mampu membuat penonton percaya akan adanya mereka semua?
26 February 2013
QUICK REVIEW: Habibie & Ainun (2012) & Red Dawn (2012)
Mungkin sudah hampir seluruh orang menyaksikan kisah Habibie dan Ainun dalam film 'Habibie&Ainun' yang sukses sekali. Menyisahkan harapan tinggi pagi penikmat film-film lokal karena sebuah loncatan yang sangat tinggi. Film-film lokal kita yang sangat susah sekali untuk hanya menembus satu juta penonton untuk tahun 2012 sangat mudah. Bahkan 'Habibie&Ainun' tembus 4 juta penonton. Bagi 'Habibie&Ainun' dan film satu lagi, '5cm'. Menembus angka sejuta lebih adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Membuat kita sebagai orang-orang Indonesia bangga. Berbeda dengan yang satu lagi, 'Red Dawn' adalah film remake action yang me-remake dari film berjudul sama pada tahun 1984. Remake ini tak bisa dibilang gagal namun tak bisa pula dibilang sukses. Dengan aktris-aktris muda potensial seperti Josh Hutcherson, Chris Hemsworth dan Josh Peck, Akankah 'Red Dawn' mampu tampil lebih menarik dibandingkan Red Dawn yang dirilis pada tahun 1984 silam?
24 February 2013
Review: Mama (2013)

"Mama" adalah sebuah film horror yang secara keseluruhan telah tampil menghibur. Awalnya sih sempat bingung untuk menyebutkan apa sebenarnya kekurangan "Mama" sebagai horor pembuka di 2013 ini. Lemahnya dan kurangnya horor-horor yang betul-betul menyeramkan di tahun lalu, membuat para pecinta horor berekspektasi tinggi-tinggi akan "Mama". Well, beberapa orang mungkin akan kecewa dengan hasil "Mama" yang masih belum sempurna ini. Sebagai tontonan horor, sama sekali tidak ada salahnya jika mengatakan bahwa "Mama" adalah sebuah horor pembuka tahun 2013 yang cukup memuaskan dan menghibur.
23 February 2013
X Factor Indonesia: Dalagita's redemption, Shena Rise And dissapointing result!

Big Props for the stage lightning. Malam ini adalah malam GALA LIVE SHOWS. Sebuah malam sebagai penentu bagi masa depan mereka. Jika mereka gagal tampil maksimal, maka tidak akan banyak yang mendukung mereka. Bukan hanya untuk Live Shows pertama ini namun juga untuk minggu-minggu selanjutnya. Berbeda dengan live shows kemarin dimana rata-rata tampil membosankan dan mengecewakan. Live Shows 1 hampir semua tampil dengan baik. Dengan Unknown Th eme, mereka bisa bebas memilih lagu yang mereka mau. The judges aren't actually being a judges. Mereka mengomentari para kontestan dengan semuanya positif. At least, Rossa's trying to give a constructive criticisim. Dibandingkan Bebi Romeo dan Anggun yang menurut saya kurang galak. My favorites of the night are: Mikha Angelo, Shena Malsiena and Nu Dimension. Sebaliknya, Novita Dewi dan Agus Hafiluddin harus benar-benar tampil lebih baik lagi kedepanya. Those who advanced, congrats! And Dicky Adam, stay unique. Walaupun Dicky Adam adalah orang pertama yang keluar. Namun, saya yakin ia akan berhasil di luar sana sebagai penyanyi yang 'benar-benar' penyanyi.
19 February 2013
X Factor Indonesia: Fatin's Chance of Winning, Goodbye Dalagita and Should we make a sign of "Beware of Alex Rudiart"
(In no particular order)
1. Gede Bagus - The Man Who Can't Be Moved: B
2. Dicky Adam - Aku Ini Punya Siapa: C+
3. Mikha Angelo - Gravity: B
4. Fatin Shiqda Lubis - Diamonds: A-
5. Shena Malsiena - Pacar 5 Langkah: B+
6. Yohanna Febrianti - Harus Terpisah: D+
7. Dalagita - Call Me Maybe: D-
8. Nu Dimension - Crazy: A-
9. Ilusia Girls - Love You Like A Love Song: B-
10. Isa Raja - Radioactive: B-
11. Agus Hafiluddin: C
12. Novita Dewi: C
13. Alex Rudiart - What It Takes: A-
12 February 2013
Review: Radio Galau FM (2012)

09 February 2013
Review: The Collection (2012)

X FACTOR INDONESIA POWER LIST!

Terpukau ketika mengetahui bahwa kontestan X Factor Indonesia season pertama ini memang gila-gilaan. Dari penyanyi nya sampai group nya. I could named a few of them: Dicky Adam, Shena Malsiana dan Lisa Sulistyowati (yang sangat disayangkan tidak maju ke babak berikutnya. Untuk membandingkan X Factor Indonesia dengan Indonesian Idol adalah jelas sebuah penghinaan secara tidak langsung bagi Indonesian Idol. Kemana kontestan-kontestan ini pergi? Mengapa mereka tidak beraudisi saja ke Indonesian Idol. Jadi, Judges' Home Visit adalah babak terakhir hingga Live Shows. Setiap kategori akan dipilih tiga kontestan. Pastinya akan berat. Tidak terlalu setuju dengan semua nama-nama yang lolos. Namun, saya hanya bisa berharap yang terbaik kepada mereka.
05 February 2013
Review: The ABCs Of Death (2012)
Entah ini ide gila dari siapa mengumpulkan 26 sutradara-sutradara potensial kedalam satu buah film yang menunjukkan 26 ways to die. Saya awalnya berpikir bahwa akan terlalu banyak film dalam satu film jika harus memuat cerita sebanyak 26 buah kedalam satu buah film. Namun, pada akhirnya dengan ke-26 segmen-segmen dalam 'The ABCs Of Death', 'The ABCs Of Death' jelas telah menunjukkan sebisa mungkin. Saya pun sangat bangga melihat nama Timo Tjahjanto, satu-satunya sutradara yang berasal dari Indonesia mampu membuat sebuah segmen yang menurut saya terbaik diantara semuanya. 'The ABCs Of Death' memang tidak seindah dan semengerikan yang saya kira sebelumnya, namun 'The ABCs Of Death' jelas masih mampu saya katakan sebagai sebuah film yang cukup menghibur dan kreatif karena ide gilanya ini.
02 February 2013
Review: Fright Night (2011)
Remake lagi..Remake lagi..Sudah berapa kali remake yang gagal. Me-Remake sebuah karya adalah hal yang cukup sulit karena penonton tepatnya sudah memiliki ekspektasi yang tinggi akan film yang diremake ini. Remake yang paling saya ingat hingga sekarang adalah Friday The 13th, Disturbia, The Eye, Clash Of The Titans, The Crazies ah, banyak sekali remake hingga sekarang. Dan hanya beberapa dari remake tersebut yang tampil dengan memukau. Sisanya? Diletakkan di tempat sampah. Seperti halnya dengan Disturbia, yang tidak menghilangkan sama sekali efek tradisional nya dan membawanya kembali ke versi remake nya, 'Fright Night' melakukan hal yang sama. Yang membuat 'Fright Night' menjadi film yang sangat menyenangkan untuk disaksikan dan sebuah hiburan yang tepat bagi pecinta horor.
30 January 2013
Review: The Devil Inside (2012)

Mengambil kisah kerasukan roh, kesurupan, pemindahan roh, pengusiran setan? Sudah basi. Sudah berulang kali ditampilkan horor sejenis. Seperti 'The Last Exorcism' di tahun 2010. Saya ingat sekali bahwa saya tidak menyukai keseluruhan filmnya. Menyajikan 'The Devil Inside' dengan found footage, 'The Devil Inside' telah gagal tampil menyegarkan dan istimewa. William Brent Bell menyajikan sebuah hiburan yang benar-benar datar dan tidak menyeramkan. Sebuah hiburan yang sangat tidak menyenangkan. William Brent Bell menghadirkan 'The Devil Inside' dengan durasi sepanjang 84 menit bagaikan film berdurasi tiga jam lamanya. Membosankan.
28 January 2013
Review: Les Misérables (2012)

Yang saya ketahui tentang 'Les Misérables' adalah 'Les Misérables' dulu sempat dibintangi oleh Liam Neeson. Tepatnya di tahun 1998. Dan film tersebut sudah berdebu. Sudah lama tak saya tonton. Sungguh malas rasanya menyaksikan sebuah film musikal. Apalagi film ini adalah full musikal. Namun saya memang tak merendahi kualitas film ini, karena saya tahu bahwa film ini telah dinominasikan oleh banyak sekali ajang-ajang bergengsi. Tom Hooper jelas telah mengambil resiko. Untuk mengeksekusi sebuah film full musikal, tidak semua orang menyukai musikal. Termasuk saya. Saya tidak begitu menyukai musikal. Namun, saya bangga mengatakan bahwa 'Les Misérables' berhasil membuat saya lebih menyukai musikal. Tom Hooper jelas telah melakukan pekerjaan nya dengan baik, dan 'Les Misérables' beruntung sekali memiliki jajaran-jajaran pemain seperti Anne Hathaway, Hugh Jackman, Russel Crowe dan pemain lainya.
26 January 2013
Review: I Miss U (2012)

Horor thailand? Saya menamai '4Bia', 'Alone', 'Phobia2', 'The Eye', 'Shutter'. Mungkin beberapa judul diatas cukup menggambarkan bahwa horor thailand sangat mampu tampil dengan begitu menyeramkan. Bahkan butuh waktu yang cukup lama untuk melupakan seluruh kejadian menyeramkan yang terjadi di film 'Alone' karena filmnya memang sangat mengerikan. Horor thailand bisa terbilang jarang tampil gagal bagi penontonya, berjalan dengan mulus, menakut-nakuti penontonya, dan selalu hadir dengan ide-ide yang baru dan menyegarkan. Beda dengan 'I Miss U', 'I Miss U' gagal tampil menarik dan menyenangkan. Terlalu berusaha keras, sebagai hasilnya 'I Miss U' sangat sulit dinikmati oleh kebanyakan orang.
25 January 2013
Review: Silent Hill: Revelation (2012)

Mengingat kembali Silent Hill di tahun 2006, dimana filmnya banyak sekali mendapatkan kritikan-kritikan yang tidak mengenakan, kini sekuelnya hadir kembali namun digarap oleh orang yang berbeda. Kali ini diambil alih oleh Michael J. Bassett yang sempat meng-eksekusi film Solomon Kane yang menurut saya masih kurang berhasil menciptakan sebuah film yang betul-betul mengena di hati dan akan terus diingat di kepala penontonya, kemudian Wilderness di tahun 2006. Dan apa yang terjadi, Michael J. Bassett belum berhasil membuat Silent Hill: Revelation' sebagai tontonan yang betul-betul tampil istimewa dan spesial. Klise dan terlalu biasa bagi film yang seharusnya bisa tampil dengan jauh lebih baik dibandingkan ini.
24 January 2013
Review: So Undercover (2012)

Tom Vaughan, terdengar tidak asing. Tom Vaughan sempat mengeksekusi sebuah film romcom yang cukup terkenal, 'What Happens In Vegas' di tahun 2008 lalu. Tidak terlalu berhasil, 'What Happens In Vegas' betul-betul tidak disukai oleh beberapa kritikus film. Tom Vaughan kemudian mencoba lagi mengeksekusi film berjudul 'Extraordinary Measures' dan lagi-lagi tidak berhasil membuat penontonya merasakan kepuasan seusai menyaksikan. Kini ia kembali membawa Miley Cyrus bersamanya, 'So Undercover' adalah sebuah action/comedy yang sangat mengecewakan. Sebuah tontonan yang sangat mudah dilupakan. Bahkan ini jauh lebih buruk dibandingkan kedua film Tom Vaughan sebelumnya. Bukan sebuah film yang baik.
23 January 2013
Review: Seeking A Friend For The End Of The World (2012)

'Seeking A Friend For The End Of The World' mengisahkan tentang tiga minggu sebelum kiamat. Dodge (Steve Carell) ditinggal oleh istrinya. Tak punya keluarga, teman dan orang yang menemainya, Dodge kemudian dijodohkan dengan Karen (Melanie Lynskey). Namun, Dodge tidak menyukainya. Suatu ketika, ia bertemu dengan seorang wanita yang sedang menangis akibat putus dengan kekasihnya, Penny (Keira Knightley). Penny adalah wanita yang sangat energik dan bersemangat, ia pun berjanji untuk membawa Dodge bertemu dengan wanita pujaanya ketika SMA, baru mereka bisa berpisah bersama orang-orang yang mereka cintai. Perjalanan tiga minggu antara dua orang yang baru saja bertemu sebelum kiamat. Dimana perjalanan tersebut dipenuhi dengan tawa, air mata dan senyuman.
22 January 2013
Review: Silver Linings Playbook (2012)

Pertama kali mendengar 'Silver Linings Playbook' adalah ketika film ini dipuji-puji di suatu video yang me-review film-film per-minggu. Dan melihat nama Jennifer Lawrence disitu, pasti film ini akan tampil menakjubkan. Sedikit telat, karena film ini memang dirilis pada tahun 2012. 'Silver Linings Playbook' juga semakin membuat saya penasaran karena filmnya sendiri berhasil dinominasikan di ajang Golden Globe Awards, dimana Jennifer Lawrence berhasil mencuri piala tersebut. Golden Globe never lies, ternyata memang 'Silver Linings Playbook' adalah film yang spesial dan sangat menarik. Lelucon yang dapat sekali, serta sebagai film yang mampu bersaing kuat untuk menjadi salah satu film romcom terbaik tahun lalu.
19 January 2013
Review: DEADFALL (2012)

'Deadfall' mengisahkan tentang dua bersaudara Addison (Eric Bana) dan Liza (Olivia Wilde) yang baru saja merampok dan berhasil mengambil sejumlah uang yang tidak bisa dibilang sedikit. Namun, tiba-tiba mereka terlibat dalam sebuah kecelakaan mobil. Dari kecelakaan mobil tersebut, Addison dan Liza harus berpisah. Namun, mereka berjanji akan bertemu di Kanada. Mereka yang awalnya merencanakan untuk menghabiskan ThanksGiving berdua malah gagal akibat sebuah kecelakaan mobil tersebut. Berpisah. Dan berharap bertemu kembali. Addison membuat beberapa perjanjian yang sangat sulit untuk diterima dengan
baik oleh Liza.
18 January 2013
Review: Stake Land (2011)

13 January 2013
Review: LOL (2012)

Lol, Lol adalah kata yang sekarang sering sekali digunakan. "Lol" adalah singakatan dari Laugh Out Loud. Namun, "LOL" bagi film ini dijelaskan diawal bahwa "Lol" adalah singakatan dari Lots Of Love. Atau bahkan singkatan dari nama karakter utamanya, Lola? "LOL" adalah drama yang menitikberatkan hubungan antara ibu dan anaknya. Kemudian diselipkan dengan kisah percintaan yang klise. "LOL" pun berakhir sebagai film yang cukup. Tidak kurang, tidak lebih. "LOL" adalah film remaja yang terlalu biasa.
12 January 2013
Review: This Is 40 (2012)

Saya pertama mengenal 'This Is 40' dari kabar yang katanya film ini menyindir keluarga Kardashian. Dan sekilas review-review yang mengatakan bahwa 'This Is 40' memang lucu. Untuk kedua kalinya, Judd Apatow kembali menawarkan sebuah kisah hidup tentang Debbie dan Pete. Dimana ia juga sempat mengeksekusi sebuah film berjudul 'Knocked Up'. Tidak yakin bahwa hasilnya akan sama-sama mengesankan. Namun, secara keseluruhan 'This Is 40' sama sekali bukanlah film yang mengecewakan. Namun salah satu film yang cukup sulit untuk dinikmati oleh orang-orang yang tidak menyukai film sejenis karena durasinya.
11 January 2013
Review: The Impossible (2012)

10 January 2013
30 BEST MOVIES OF 2012!
Setelah Part 1 nya, kini adalah rangkuman dari part 1 dan part 2. Namun digabung menjadi satu bagian. Ke-30 dibawah ini adalah 30 film terbaik menurut saya. Jadi, anda boleh setuju dan boleh tidak. Ya, tahun ini memang saya tidak menonton banyak film. Dibandingkan tahun lalu yang jauh lebih banyak dibandingkan tahun ini. Tahun ini saya hanya berhasil menyaksikan film sebanyak 86 film. Jadi, terpilihlah 30 film terbaik dari 86 film.
Honorable Mentions:
- Excision
- The Bay
- Cinta Di Saku Celana
- The Innkeepers
- #republiktwitter
07 January 2013
Review: The Possession (2012)

'The Possession' mengisahkan tentang Clyde (Jeffrey Dean Morgan) yang baru saja bercerai dengan istrinya, Stephanie (Kyra Sedgwick). Clyde pun memutuskan untuk pindah rumah ke rumah barunya. Pada suatu akhir pekan, Clyde mengajak kedua puterinya Emily (Natasha Calis) dan Hannah (Madison Davenport). Akhir pekan tersebut berjalan lancar sampai mereka pergi ke sebuah taman obral, yakni ajakan dari Hannah untuk membeli barang-barang yang dibutuhkan karena Clyde tinggal di rumah yang baru. Emily tiba-tiba tertarik dengan sebuah kotak antik yang ia temukan di tempat tersebut dan berniat untuk membeli kotak tersebut dan membawanya pulang.
06 January 2013
Review: Air Terjun Pengantin (2009)

Cukup telat untuk kembali mereview 'Air Terjun Pengantin' karena dirilis 4 tahun yang lalu.
'Air Terjun Pengantin' bisa dikatakan horror-slasher lokal kita yang berhasil. Berhasil dalam
menggaet penontonya sehingga tercatatlah jumlah penonton yang tembus sejuta. Berhasil dalam keseluruhan film nya? Tunggu dulu. Berdampingan dengan 'Air Terjun Pengantin 2' yang dirilis akhir Januari nanti, maka itu saya mengulang kembali film pertamanya. 'Air Terjun Pengantin' bisa saja membuat Riza Mantovani bangga karena sudah menembus sejuta. Tetapi, tidak semua penonton puas dengan hasilnya. Terkejut melihat nama Rizal Mantovani yang sempat berhasil dalam mengeksekusi sebuah salah satu film horor lokal terbaik kita. Ya, tidak usah diucapkan lagi. Apakah ini pertanda bahwa Rizal akan berubah menjadi seorang sutradara semacam KKD dan Nayato dan akan terus membuat sebuah film semacam ini kedepanya? Berdoa saja tidak.
04 January 2013
Review: Jack Reacher (2012)

Jack Reacher mengisahkan tentang James Barr (Joseph Sikora) yang dituduh melakukan sebuah penembakan yang menewaskan 5 orang tak bersalah. Ia selalu mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah. Maka itu ia memanggil Jack Reacher (Tom Cruise) untuk menekankan bahwa dirinya memang tidak bersalah. Jack Reacher yang dikatakan sebagai 'hantu' yang hadir tanpa alamat rumah, identitas dan lain-lainya akhirnya bertemu dengan pengacara James Barr, Helen (Rosamund Pike). Jack dan Helen bergabung mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi dibalik penembakan pada saat itu. Dan menemukan siapakah sebenarnya dalang dibalik tragedi tersebut. Jack dan Helen harus berhati-hati karena salah satu dari orang-orang terdekat mereka telah mengkhianati mereka.
03 January 2013
Review: Demi Ucok (2013)

"Demi Ucok" adalah film lokal yang telah membuka tahun 2013 dengan sangat baik. Kita bisa bilang bahwa "A Great Start". Rilis berbarengan dengan "Dead Mine", anda harus tahu bahwa perbandingan penonton "Dead Mine" dengan "Demi Ucok" sangatlah jauh. Ketika saya menonton "Demi Ucok", 6 baris kursi dari atas terlihat sangat full, dan sisanya hanya terisi sedikit-sedikit saja. Dimana "Dead Mine" hanya terisi sekitar 10-15 orang saja, maka saya memilih menonton "Demi Ucok" dibandingkan "Dead Mine. Ya, hanya curhat biasa. Mungkin akan sulit bagi "Demi Ucok" untuk mendapatkan penonton sebanyak "5cm" atau "Habibie Ainun", namun saya yakin "Demi Ucok" akan mendapatkan jumlah penonton yang...yah tidak mengecewakan untuk sebuah film yang biasa dengan cerita yang terlalu biasa.
29 December 2012
BEST MOVIES OF 2012: PART 1
Tahun 2012 adalah tahun yang berpotensi sebagai tahun yang baik bagi dunia perfilman. Film-film besar kebanyakan dirilis pada tahun ini, jadi memang tidak ada alasan untuk tidak mengatakan tahun ini bukan tahun yang besar. Kebanyakan memang tidak sesuai dengan keinginan, beberapa jatuh dibawah ekspektasi, namun beberapa memang diatas ekspektasi dan berakhir dengan sangat mengejutkan. Bagi perfilman Indonesia, tahun 2012 adalah tahun yang sangat baik. Tercatat 3 film Indonesia yang berhasil menembus angka satu juta. Bagi perfilman luar juga tidak mengecewakan. Seperti pendapatan Avengers dan The Dark Knight Rises. Dari 84 film yang dirilis pada tahun 2012 ini, Berikut ini adalah nama-nama film yang masuk ke dalam daftar flm terbaik di tahun 2012 dari 30-16:
28 December 2012
Review: Butter (2012) & End Of Watch (2012)

B-

"End Of Watch" mengisahkan tentang dua polisi Brian (Jake Gyllenhaal) dan Gavala (Michael Pena). Dua polisi yang sangat bersahabat dekat ini selalu membawa kamera nya dalam bertugas. Setiap mereka diberi tugas, mereka selalu merekam kegiatan-kegiatan tersebut. Semua tugas berlalu dengan hanya satu kedipan mata bagi kedua polisi ini. Namun, suatu ketika mereka terjebak kedalam sebuah sarang orang-orang buas yang dendam sekali terhadap mereka yang harus mengorbankan diri mereka sendiri. Lewat kamera tersebut, mereka telah merekam sebuah kisah mengenai mereka berdua. Kisah suka maupun duka, dan kegiatan selama bertugas yang terkadang menyenangkan, mengasyikan namun terkadang menegangkan dan membahayakan nyawa mereka. "End Of Watch" dengan mengejutkan mampu menyentuh saya sebagai penonton yang tidak menaruh ekspektasi apapun sebelum menyaksikan. "End Of Watch" memiliki keunggulan di pemain-pemain nya, teruntuk dua karakter utama. Tidak sangka bahwa Gyllenhaal dan Pena mampu membangun sebuah chemistry yang alamiah dan terlihat natural. Senang saja melihat chemistry tersebut. "End Of Watch" juga memiliki adegan-adegan yang menegangkan. Ya, walaupun terkadang "End Of Watch" tampil membosankan apalagi di paruh awal ketika "End Of Watch" terlalu bertele-tele dan terlalu diperpanjang. Saya paling suka ketika "End Of Watch" memusatkan pada Anna Kendrick dan Natalie Martinez dimana "End Of Watch" juga mampu menciptakan momen-momen indah bersama kedua pasangan yang ada di film. "End Of Watch" adalah sebuah film yang mampu menyentuh hati siapa saja lewat perjalanan kedua polisi brillian ini. Cukup jarang untuk mendapatkan sebuah presentasi semacam ini, apalagi dalam film action yang mampu juga menyentuh penontonya. Sebuah karya yang jauh dari kesan mengecewakan dan berhasil tampil menghibur dan menyenangkan. Dan lewat ending-nya yang sangat cerdas ditutup oleh perbincangan Brian dan Gavala yang lucu dan menyimpan memori-memori yang mengharukan bagi mereka berdua. Definitely a must-watch one! Recommended!
B+
27 December 2012
QUICK REVIEW: The Perks Of Being A Wallflower (2012) & The Lucky One

A

"The Lucky One" mengisahkan tentang Logan (Zac Efron) yang menemukan sebuah foto wanita yang bernama Beth (Taylor Schilling), foto itu diketahui menjadi hal yang menyelamatkan nyawa Logan. Logan berniat untuk mencari sosok wanita yang ada di foto tersebut. Setelah bertemu dengan wanita tersebut, Logan jatuh cinta dan begitu pula Beth. Terjadi kebimbangan karena jika Beth lebih memilih Logan, anaknya lah yang harus dikorbankan. "The Lucky One" jika dibandingkan dengan drama diatas, memang tidak ada apa-apanya. Hanya secuil upil. Namun "The Lucky One" masih bisa dibilang layak tonton. Namun sayangnya, Scott Hicks mengeksekusi "The Lucky One" menjadi sebuah drama keluarga yang kurang menyentuh. Bahkan, Scott Hicks tidak mencoba untuk menaruh beberapa adegan menyentuh di sepanjang film melainkan hanya berfokus kepada dua sosok karakter di dalam film ini yang tak ada habis-habisnya. Untung ada Taylor Schilling yang bermain dengan cukup mengesankan. Zac Efron juga tampil berani. Namun, ia pernah bermain jauh lebih baik dibandingkan di film ini. Pada akhirnya, "The Lucky One" bukanlah adaptasi Nicholas Sparks terburuk. Berterimakasih masih ada "The Last Song" yang jauh lebih buruk dibandingkan film ini. "The Lucky One" masih mampu menghibur penontonya lewat adegan-adegan sweet, tanpa berhasil menyentuh. Walaupun apa yang seharusnya dilakukan oleh Scott Hicks adalah menyentuh penontonya lewat adegan-adegan yang mengharukan. Bukanlah sesuatu yang istimewa dan "The Lucky One" tidak menampilkan sesuatu yang baru, namun masih bisa dikatakan sebagai tontonan yang menghibur.
C+
Review: Now Is Good (2012)

26 December 2012
Countdown To 2013: Worst Movies Of 2012
2012 bukanlah tahun yang baik bagi dunia perfilman. Karena, masih banyka sekali karya-karya dari berbagai sutradara yang sangat mengecewakan. Buruk adalah kata yang tepat untuk mendefinisikan sepuluh film dibawah ini atau sepuluh film di daftar ini. Kita tahu bahwa Indonesia masih diisi dengan film-film kacrut seperti karya-karya dari Nayato dan KK Dheeraj. Di luar sana, ada banyak film-film yang sama kasusnya seperti film Indonesia. Kebanyakan film dibawah ini hanya mengandalkan keseksian wanita-wanita di dalam film nya. Namun, ada pula yang memang sudah buruk dari awalnya (ini lebih menyedihkan dibandingkan film yang hanya mengandalkan keseksian perempuan-perempuan di dalam filmnya). Berikut inilah sepuluh film-film buruk yang mengisi tahun 2012 ini. Eits, tunggu dulu. Sebelum melihat ke daftar film terburuknya, mari kita lihat film-film yang hampir masuk ke daftar film terburuk:
24 December 2012
Countdown To 2013: TOP 2012 SONGS
Walaupun dikecewakan dengan kualitas film-film yang menurun dari tahun lalu, Namun dari lagu-lagu yang hadir mengisi 365 hari kita. Berikut ini adalah lagu-lagu yang sangat mencuri perhatian karena kelebihan nya yang berhasil disukai oleh seluruh pendengar-pendengar di seluruh dunia. Menurut saya, Artist Of The Year jatuh kepada Taylor Swift yang berhasil saya masukkan 5 lagunya kedalam daftar dibawah ini. P!NK juga salah satu artis favorit saya. Kemudian ada Katy Perry, Maroon 5 dan Flo Rida yang juga memberikan lagu-lagu yang enak untuk dinikmati:
20 December 2012
Review: Mean Girls (2004)
Kenapa saya baru menonton Mean Girls? Saya padahal sudah punya dvd nya namun saya tidak sempat menontonya betul-betul. Mean Girls, kisahnya telah diangkat beribu-ribu kali kedalam sebuah film. Mean Girls bisa jadi sebuah pembuka bagi film-film sejenis kemudian ditiru oleh film-film sekarang ini. Suprisingly, Mean Girls hadir dengan jalan penceritaan yang menarik. Saya cukup menikmati, ya walaupun memang masih belum sempurna. Untuk sebuah Drama/Comedy semacam ini, Mean Girls cukup tampil sebagai film yang menghibur dan menyenangkan untuk disaksikan. Dimana zaman sekarang sulit untuk mendapatkan tontonan semengasyikan ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)














