29 November 2011
26 November 2011
The Reasons Why I Love To Watch The Walking Dead


Ada beberapa alasan mengapa saya menonton Walking Dead terus-menerus berulang kali.
- Walking Dead memiliki karakter-karakter yang unik;
Karakter-karakter yang unik maksudnya,Walking Dead memiliki karakter yang sangat cocok dengan karakter orang-orang jaman sekarang. Sebut saja,Andrea(Laurie Holdien) Holden disini berperan sebagai perempuan yang tangguh tetapi pada akhirnya menjadi wanita yang rapuh akbat meninggalnya sang adik,Amy(Emma Bell) akibat para zombie,yang biasa mereka sebut sebagai Pejalan Kaki/Walkers. | Ketika Rick berpisah dengan anak dan istrinya kemudian dipertemukan kembali |
Karakter lainnya,Daryl(Norman Reedus) karakter yang ganas dan wow! Cerdas,gesit,berani itulah mengapa saya menyukai nya. Tanpa basa-basi itulah Daryl disini. Yang terakhir adalah Carl Grimes(Chandler Riggs( walaupun terkadang dia memang mengesalkan tetapi, Carl adalah salah satu karakter favorit saya.
| Ketika Rick bertemu dengan orang baru bernama Jenner |
-Blood Is Everywhere
Darah dimana-mana. Yah betul sekali, biasanya Cara Rick menembak para zombie tetapi di dekatkan sehingga darah berada tepat didepan layar kaca, kemudian kejadian-kejadian kecil yang membuat para karakter berdarah.Lemparan panah yang dilakukan oleh Daryl juga. Dan yang paling memukau, Cara Carol Pieter(Melissa Suzane) membunuh salah satu pejalan kaki.
![]() |
| Ketika Rick dan Glenn berpura-pura menjadi salah satu dari pejalan kaki tetapi hujan datang dan melunturkan darah-darah dibaju mereka |
-Alur cerita yang tidak membosankan
Saya tidak pernah merasa kebosanan menonton acara tv ini. Well,mungkin di seri berikutnya mungkin ada hal-hal yang membuat saya menjadi kebosanan. Alur yang tidak membosankan ini bisa saya buktikan, sesekali diselipkan oleh salah satu karakter lelucon-lelucon yang benar-benar lucu. Dan cerita yang masuk akal,mudah ditangkap tetapi penuh dengan misteri.
![]() |
| Ketika Daryl menemukan saudaranya, Merle tidak ditempat yakni hilang |
-Satu demi satu karakter yang menghilang
Satu demi satu karakter yang hilang, hilang disini bukan berarti mati/meninggal/tetapi benar-benar hilang entah kemana. Contohnya, Merle Dixon,yakin saudara Daryl yang menghilang entah kemana tetapi diakui masih hidup diluar sana. Kemudian,anak Carol yang hilang tetapi juga diakui masih hidup. Kemudian,Keluarga dari Morales(Juan Pieter) yang juga entah keman hilangnya. Tetapi, 100% masih ada diluar sana.
![]() |
| Ketika Amy(Emma Bell) berubah menjadi zombie |
-Para Pejalan-Pejalan Kaki/Walkers
Zombie yang menyeramkan, contohnya rahangnya terlihat, mata yang tertancap oleh paku, lidah yang putus badan yang buntung, dan lain-lain. Para zombie juga menjadi alasan mengapa orang-orang menonton The Walking Dead. Zombie-zombie ini menyeramkan juga.
![]() |
| Ketika para pejalan kaki menyerbu tempat persembunyian Rick dan kawan-kawan |
-Ending yang sulit ditebak
Ending yang sulit untuk ditebak menjadi salah satu alasan mengapa saya menyukai The Walknig Dead. Ending nya bervariasi, lihat saja the walking dead season 1, ending yang mengundang orang untuk menontonya lagi di season berikutnya.


-Kualitas Film
Kualitas film yang pantas diacungi 2 jempol. The Walking Dead adalah tv show tetapi lebih kearah film. Coocok untuk dijadikan film karena ceritanya,para pemain dan segala isinya. Kualitas film ini juga yang menjadi alasan mengapa kebanyakan orang menonton the walking dead.

-DRAMA
Drama yang seru dan enak untuk diikuti. Drama yang seru antara Rick dan keluarganya, Andrea dan Dale, T-Dog dan Daryl beserta Shane dan istri Rick. Drama yang disuguhkan terlihat fresh.Tetapi, sayangnya beberapa orang memilih untuk berhenti menonton The Walking Dead season 2 karena katanya acara nya semakin membosankan dan semakin vulgar dan juga semakin sadis sehingga tidak cocok untuk ditonton anak-anak dibawah 13 tahun.Jadi,The Walking Dead adalah salah satu tv show yang mudah dinikmati, apalagi jaman sekarang. Mudah dinikmati, menghibur dan menyermakan pastinya. Fun Fun Fun!
25 November 2011
Twilight Saga: Breaking Dawn Part 1
Setahun menunggu kelanjutan cerita ini, dan akhirnya Twilight kembali. Dibagi menjadi 2 bagian, sama seperti apa yang dilakukan David Yates di film HarryPotter nya. Breaking Dawn jelas hal yang paling ditunggu-ditunggu bagi penggemar Twilight dari 2008 lalu. Breaking Dawn jelas membawa para penonton ke level yang lebih tinggi. Kita akan lebih mengenal Edward Cullen,Bella Swan juga Jacob Black di film terakhirnya ini.
Breaking Dawn Part1(BDP1) menceritakan tentang Edward Cullen(Robbert Pattinson) dan Bella Swan(Kristen Stewart) yang akan segera menikah.Tentu hal ini membuat Jacob(Taylor Lautner) menjadi cemburu terhadap Edward karena selama ini Jacob mencintai Bella.Tetapi, tetap saja Jacob menghadiri acara pernikahan dua pengantin baru ini.
Setelah acara malam pernikahan mereka,Edward membawa Bella kesebuah pulau yang diberi nama Pulau Esme. Dan disinilah adegan-adegan yang tidak kita temui di film-film sebelumnya. Di tengah-tengah bulan madu mereka, Bella membawa kabar baik bagi keluarga Cullen dan juga keluarganya sendiri.YAP! Bella hamil. Kehamilan Bella membuat suatu konflik baru.Bayi yang berada di janin Bella perlahan menghancurkan Bella dan orang-orang terdekatnya.
BDP1 adalah bagian terakhir atau seri terbaik dan pastinya seri favorit saya. Bukan karena adegan-adegan bulan madu mereka!Tetapi, karena cerita yang disuguhkan lebih terasa dan juga atmosfir vampir lebih terasa. Konflik yang diberikan pun lebih berat dari permasalahan-permasalahan di film-film sebelumnya.
Adegan pernikahan memang berjalan sangat lama.Dan saya akan beritahu anda bahwa durasi BDP1 adalah durasi terpendek dari seri-seri sebelumnya. Di bagian pertama film ini, kita akan disajikan kemurkaan Jacob, persiapan perkawinan Edward-Bella, dan keluarga-keluarga Cullen.Dan di pertengahan kita disajikan kejadian-kejadian yang terjadi di Pulau Esme. sampai pada akhir film kita disajikan permusuhan antara kaum werewolf dan vampir.
Dari departemen akting, cukup memuaskan.Apalagi Robert Pattinson,Ashley Greene dan Taylor Lautner yang semakin membaik.Yah,masih sama seperti di film-film yang diperankan oleh Kristen Stewart, mukanya masih datar. Tetapi, Kellan Lutz terlihat lebih datar lagi. Dan kali ini Stewart tampil lebih berani dari sebelumnya. Seperti yang saya katakan, Bill Condon menyiapkan sesuatu setelah 1 jam pertama. Kita seperti dibawa ke dunia mereka. Dengan atmosfer yang benar-benar berbeda.
Bagi saya,Bill Condon telah bekerja dengan baik. Bill Condon menyiapkan kejutan-kejutan yang memang tidak banyak di film ini. Terutama di ending film ini.Film yang 'katanya' PG-13 ini membuktikan jika film ini sangat-sangat salah. Jelas film ini hanya untuk orang dewasa atau 17 tahun ke-atas. Sebagian besar durasi film ini ditujukan untuk bulan madu pasangan baru ini, tetapi tidak apalah. Di akhirnya kita akan benar-benar puas dengan apa yang telah disajikan oleh Condon.
Overall, Twilight Saga: Breaking Dawn Part 1 adalah yang terbaik dari film-film sebelumnya. Pemain bermain lebih baik dari film-film sebelumnya, dan juga atmosfer yang berbeda dari sebelumnya. Cerita yang lebih kompleks dan konflik yang lebih nyata. Kekeluargaan dan persahabatan yang lebih terasa. Walau mungkin kita akan merasa sedikit kebosanan.Memang film ini tidak menampilkan begitu banyak 'perang' antara manusia serigala dengan vampir, tetapi film ini jauh lebih baik. Saya mengatakan cukup. Kali ini, film ini sangat menghibur.

Setelah acara malam pernikahan mereka,Edward membawa Bella kesebuah pulau yang diberi nama Pulau Esme. Dan disinilah adegan-adegan yang tidak kita temui di film-film sebelumnya. Di tengah-tengah bulan madu mereka, Bella membawa kabar baik bagi keluarga Cullen dan juga keluarganya sendiri.YAP! Bella hamil. Kehamilan Bella membuat suatu konflik baru.Bayi yang berada di janin Bella perlahan menghancurkan Bella dan orang-orang terdekatnya.

Adegan pernikahan memang berjalan sangat lama.Dan saya akan beritahu anda bahwa durasi BDP1 adalah durasi terpendek dari seri-seri sebelumnya. Di bagian pertama film ini, kita akan disajikan kemurkaan Jacob, persiapan perkawinan Edward-Bella, dan keluarga-keluarga Cullen.Dan di pertengahan kita disajikan kejadian-kejadian yang terjadi di Pulau Esme. sampai pada akhir film kita disajikan permusuhan antara kaum werewolf dan vampir.

Bagi saya,Bill Condon telah bekerja dengan baik. Bill Condon menyiapkan kejutan-kejutan yang memang tidak banyak di film ini. Terutama di ending film ini.Film yang 'katanya' PG-13 ini membuktikan jika film ini sangat-sangat salah. Jelas film ini hanya untuk orang dewasa atau 17 tahun ke-atas. Sebagian besar durasi film ini ditujukan untuk bulan madu pasangan baru ini, tetapi tidak apalah. Di akhirnya kita akan benar-benar puas dengan apa yang telah disajikan oleh Condon.

B
12 November 2011
In Time(2011)
Pertama kali melihat trailer In Time jujur saya sangat terkejut. 'Wah keren nih kayanya'. In Time disutradarai oleh Andrew Niccoll, yang juga pernah menyutradarai film Lord Of War pada tahun 2005 silam.Aneh nya, dengan premis yang menarik ini, banyak penonton-penonton yang kurang menyukai film ini dari konsepnya.
In Time menceritakan tentang kehidupan masa depan dimana populasi manusia semakin meningkat, ditemukanlah cara baru.Ketika manusia dimasa depan sudah mencapai umur 25 tahun, mereka atau manusia- manusia di masa depan berhenti bertambah umur dan mulai untuk menghitung balik dari 1 tahun tersebut. Kata yang tepat untuk film ini adalah Time Is Money. Membayar bukan lagi dengan uang, melainkan waktu. semakin banyak mereka membayar sesuatu,semakin dikit waktu mereka untuk tetap bertahan hidup.
Pria berumur 28 tahun Will Salas(Justin Timberlake) yang tinggal bersama ibunya Rachel Salas(Olivia Wilde) bertemu orang yang tak dikenal di suatu bar.Orang yang tak tersebut memberinya waktu tambahan yang cukup banyak. Dan Will mengetahui bahwa orang yang tak dikenal tersebut hanya memiliki beberapa detik untuk bertahan hidup.Will dituduh mencuri waktu Henry,orang yang tak dikenal tersebut. Membuat Will dikejar-kejar oleh polisi. Di pelarian Will,Will bertemu dengan Sylvia Weis(Amanda Seyfried) yang kabur dari rumah bersama Will. Mereka bekerja sama dan bertahan hidup bersama Will bersama.
Bisa dibilang,In Time memiliki plot yang sangat banyak dan lebih ribet. Dari jajaran-jajaran pemainya, mereka semua tampil memuaskan dari Amanda Seyfried,Justin Timberlake, Cillian Murphy. Berbeda dengan Alex Pettyfer dan Olivia Wilde.mereka juga tampil memuaskan. Masalahnya,terbatasnya waktu mereka untuk ber- adu akting dengan pemain-pemain lainnya. Apalagi Wilde,yang hanya tampil di awal-awal film.
Jujur saja saya sangat menikmati In Time, saya sama sekali tidak merasa kebosanan dengan film ini karena saya beranggapan bahwa In Time adalah film dengan ide dan konsep yang belum pernah ada di film-film yang saya sudah tonton. Mungkin penonton In Time di kota saya tidaklah begitu ramai, penonton lebih memilih untuk menonton film lain contohnya Real Steel, Johnny English dan film-film lainnya.
Andrew Niccol memang pintar untuk memadukan elemen-elemen sci-fi dengan drama manusia, untuk menambahkan poin filosofis yang lebih besar tentang lebih besar tentang masyarakat. Dan hasilnya, In Time bukanlah film yang buruk. In TIme adalah film yang menegangkan dan harus di-tonton. Sebenarnya tidak harus, hanya sayang untuk dilewatkan.Dibalik kelebihan film ini, In Time kadang terlihat bertele-tele. Untung nya film mempunyai durasi yang tidak begitu lama membuat penonton tidak terlalu kebosanan. Dan kadang dialog terlihat berlebihan dan aneh.
Overall, In Time adalah film yang menghibur dan menyenangkan. In Time memiliki jajaran pemain yang menambah nilai plus tersendiri dan cerita yang kadang terlihat klise namun konsep yang menarik. Dan sesekali In Time menyelipkan komentar-komentar yang sesuai dengan kehidupan sosial sekarang.membuat In Time menjadi film yang tidak mudah untuk dilupakan. Sangat sayang untuk dilewatkan.
In Time menceritakan tentang kehidupan masa depan dimana populasi manusia semakin meningkat, ditemukanlah cara baru.Ketika manusia dimasa depan sudah mencapai umur 25 tahun, mereka atau manusia- manusia di masa depan berhenti bertambah umur dan mulai untuk menghitung balik dari 1 tahun tersebut. Kata yang tepat untuk film ini adalah Time Is Money. Membayar bukan lagi dengan uang, melainkan waktu. semakin banyak mereka membayar sesuatu,semakin dikit waktu mereka untuk tetap bertahan hidup.
Pria berumur 28 tahun Will Salas(Justin Timberlake) yang tinggal bersama ibunya Rachel Salas(Olivia Wilde) bertemu orang yang tak dikenal di suatu bar.Orang yang tak tersebut memberinya waktu tambahan yang cukup banyak. Dan Will mengetahui bahwa orang yang tak dikenal tersebut hanya memiliki beberapa detik untuk bertahan hidup.Will dituduh mencuri waktu Henry,orang yang tak dikenal tersebut. Membuat Will dikejar-kejar oleh polisi. Di pelarian Will,Will bertemu dengan Sylvia Weis(Amanda Seyfried) yang kabur dari rumah bersama Will. Mereka bekerja sama dan bertahan hidup bersama Will bersama.
Bisa dibilang,In Time memiliki plot yang sangat banyak dan lebih ribet. Dari jajaran-jajaran pemainya, mereka semua tampil memuaskan dari Amanda Seyfried,Justin Timberlake, Cillian Murphy. Berbeda dengan Alex Pettyfer dan Olivia Wilde.mereka juga tampil memuaskan. Masalahnya,terbatasnya waktu mereka untuk ber- adu akting dengan pemain-pemain lainnya. Apalagi Wilde,yang hanya tampil di awal-awal film.
Jujur saja saya sangat menikmati In Time, saya sama sekali tidak merasa kebosanan dengan film ini karena saya beranggapan bahwa In Time adalah film dengan ide dan konsep yang belum pernah ada di film-film yang saya sudah tonton. Mungkin penonton In Time di kota saya tidaklah begitu ramai, penonton lebih memilih untuk menonton film lain contohnya Real Steel, Johnny English dan film-film lainnya.
Andrew Niccol memang pintar untuk memadukan elemen-elemen sci-fi dengan drama manusia, untuk menambahkan poin filosofis yang lebih besar tentang lebih besar tentang masyarakat. Dan hasilnya, In Time bukanlah film yang buruk. In TIme adalah film yang menegangkan dan harus di-tonton. Sebenarnya tidak harus, hanya sayang untuk dilewatkan.Dibalik kelebihan film ini, In Time kadang terlihat bertele-tele. Untung nya film mempunyai durasi yang tidak begitu lama membuat penonton tidak terlalu kebosanan. Dan kadang dialog terlihat berlebihan dan aneh.
Overall, In Time adalah film yang menghibur dan menyenangkan. In Time memiliki jajaran pemain yang menambah nilai plus tersendiri dan cerita yang kadang terlihat klise namun konsep yang menarik. Dan sesekali In Time menyelipkan komentar-komentar yang sesuai dengan kehidupan sosial sekarang.membuat In Time menjadi film yang tidak mudah untuk dilupakan. Sangat sayang untuk dilewatkan.
B+
01 November 2011
The Perfect House(2011)
Jika kita melihat poster dari The Perfect House tentu saja akan penasaran dengan isi film tersebut. Film ini diarahi oleh Affandi Abdul Rachman yang juga sempat menyutradarai film-film yang bisa dibilang lumayan,sebut saja Heartbreak.com dan Pencarian Terakhir. Fyi, Perfect House bukan seperti film-film Nayato dan KKD. Perfect House adalah film jenis horror dan thriller yang berkualitas.Tapi,lebih cenderung ke thriller.
Perfect House menceritakan tentang Julie(Cathy Sharon) seorang guru untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus yang dipanggil dari Jakarta ke Puncak.Julie mengajar dirumah Madam Rita(Bella Esperance) dan cucu-nya Januar(Endy Arfian). Semakin lama dia dirumah tua itu, Julie menemukan misteri-misteri yang sangat menggangunya selama mengajar disitu dan tiap-tiap orang dirumah itu yang semakin aneh dan mengerikan.
The Perfect House memang bukanlah thriller tebaik di Indonesia,Karena kita memiliki Pintu Terlarang dan Rumah Dara. Namun,dari segi cerita The Perfect House memiliki cerita yang tidak kampungan dan unik. The Perfect House juga mempunyai artis dan jajaran pemainya yang meyakinkan. Ditambah dengan Mike Lucock yang hanya mundar-mandir saja di film ini. Namun,dia mampu bermain dengan baik.
The Perfect House memiliki 98 menit untuk membuat kita tegang dan penasaran tentang misteri yang diepecahkan oleh Julie. Julie memecahkan misteri itu dengan lambat namun bagus. Dari awal film, The Perfect House tampil meyakinkan dan sampai di akhir film.The Perfect House tampil konsisten dari awal hingga akhir film.Saya sama-sekali tidak merasa kebosanan dengan Perfect House. Dari segi cerita maupun thriller.
The Perfect House membuat saya penasaran dari poster maupun trailer.Walaupun Trailer The Perfect House ini sedikit mirip dengan Rumah Dara.The Perfect House memiliki cerita yang seru dan sangat menyenangkan untuk diikuti. Sangat jarang ada thriller psikologis di perfilman indonesia ini.yang ditampilkan para sutradara belakangan ini hanyalah pocong-pocongan dan kuntilanak.
Overall,The Perfect House adalah salah satu film Indonesia favorit saya. Cerita yang menarik, jajaran pemain yang tidak membosankan dan juga misteri-misteri yang sebenarnya sangat simple jika kita sudah mengetahui nya dan menontonya hingga selesai. Dari segala hal-hal positif The Perfect House, membuat film The Perfect House menjadi film yang berkualitas.
Perfect House menceritakan tentang Julie(Cathy Sharon) seorang guru untuk anak-anak yang berkebutuhan khusus yang dipanggil dari Jakarta ke Puncak.Julie mengajar dirumah Madam Rita(Bella Esperance) dan cucu-nya Januar(Endy Arfian). Semakin lama dia dirumah tua itu, Julie menemukan misteri-misteri yang sangat menggangunya selama mengajar disitu dan tiap-tiap orang dirumah itu yang semakin aneh dan mengerikan.
The Perfect House memang bukanlah thriller tebaik di Indonesia,Karena kita memiliki Pintu Terlarang dan Rumah Dara. Namun,dari segi cerita The Perfect House memiliki cerita yang tidak kampungan dan unik. The Perfect House juga mempunyai artis dan jajaran pemainya yang meyakinkan. Ditambah dengan Mike Lucock yang hanya mundar-mandir saja di film ini. Namun,dia mampu bermain dengan baik.
The Perfect House memiliki 98 menit untuk membuat kita tegang dan penasaran tentang misteri yang diepecahkan oleh Julie. Julie memecahkan misteri itu dengan lambat namun bagus. Dari awal film, The Perfect House tampil meyakinkan dan sampai di akhir film.The Perfect House tampil konsisten dari awal hingga akhir film.Saya sama-sekali tidak merasa kebosanan dengan Perfect House. Dari segi cerita maupun thriller.
The Perfect House membuat saya penasaran dari poster maupun trailer.Walaupun Trailer The Perfect House ini sedikit mirip dengan Rumah Dara.The Perfect House memiliki cerita yang seru dan sangat menyenangkan untuk diikuti. Sangat jarang ada thriller psikologis di perfilman indonesia ini.yang ditampilkan para sutradara belakangan ini hanyalah pocong-pocongan dan kuntilanak.
Overall,The Perfect House adalah salah satu film Indonesia favorit saya. Cerita yang menarik, jajaran pemain yang tidak membosankan dan juga misteri-misteri yang sebenarnya sangat simple jika kita sudah mengetahui nya dan menontonya hingga selesai. Dari segala hal-hal positif The Perfect House, membuat film The Perfect House menjadi film yang berkualitas.
B
Johny English:Reborn(2011)
Jujur,saya tidak menyukai Mr.Bean dari awal saya menontonya hingga sekarang.Saya menontonya karena kali ini Rowan kembali bukan untuk Mr.Bean tetapi untuk Johnny English. Rowan Atkinson kali ini kembali untuk membalas kritikan-kritikan di tahun 2003 lalu.Johnny English Reborn termasuk kategori ActionComedy. Dan kali ini, Rowan Atkinson menambah lelucon-lelucon yang hampir sama dengan beberapa lelucon di Mr.Bean
Johnny English:Reborn menceritakan tentang Johnny English(Rowan Atkinson) yang ditugaskan untuk mengincar pembunuh bayaran yang sempat membunuh salah satu perdana mentri. Pegasus(Gillian Anderson) bos MI7 kali ini menugaskan JohnnyEnglish yang dibantu oleh salah satu agen bernama Tucker(Daniel Kaluuya). Kita akan dibawa ke petualangan Johnny English yang pastinya lucu dan menggelikan.
Johnny English:Reborn bukanlah film yang paling saya tunggu-tunggu di tahun ini.Namun,saya cukup bangga karena film ini jauh dari yang saya harapkan. Rowan yang sudah berumur 50-an mampu tampil layaknya masih berumur 30-an. Dari segi cerita, Johnny English tidak menampilkan sesuatu yang baru.
Johnny English:Reborn berhasil membuat seluruh bioskop tertawa terbahak-bahak karena lelucon film itu sendiri. Dan kali ini, Rowan Atkinson berhasil membuat saya menyukainya. Namun,terkadang lelucon yang diberikan terlihat terlalu dibuat-buat sehingga membuat penonton menjadi muak. Dan sesekali juga,Rowan Atkinson menyelipkan sedikit gerak-gerik dan lelucon yang ia tampilkan di film Mr.Bean.
Terkadang, komedi yang diberikan terlihat tidak jelas membuat cerita menjadi membosankan dan monoton. Pemain-pemain lainya terlihat dibiarkan begitu saja hanya untuk 'pemanis' di cerita ini. Segi akting, para pemain tampil mengesankan. Sebut saja,nenek-nenek itu. Oliver Parker patut bangga karena memiliki jajaran pemain yang mampu menambah mood penonton.
Overall,Johnny English Reborn bukanlah film yang paling mengesankan di tahun 2011 ini. Tetapi, Johnny English Reborn tampil jauh dari dugaan saya. Tetapi, Johnny English Reborn bukan film favorit saya. saya dengan gampang melupakanya. Lelucon yang diberikan kadang terlihat sangat lucu dan menarik, namun kadang kebalikanya. Dan opening yang mengesankan!!
C+
Johnny English:Reborn menceritakan tentang Johnny English(Rowan Atkinson) yang ditugaskan untuk mengincar pembunuh bayaran yang sempat membunuh salah satu perdana mentri. Pegasus(Gillian Anderson) bos MI7 kali ini menugaskan JohnnyEnglish yang dibantu oleh salah satu agen bernama Tucker(Daniel Kaluuya). Kita akan dibawa ke petualangan Johnny English yang pastinya lucu dan menggelikan.
Johnny English:Reborn bukanlah film yang paling saya tunggu-tunggu di tahun ini.Namun,saya cukup bangga karena film ini jauh dari yang saya harapkan. Rowan yang sudah berumur 50-an mampu tampil layaknya masih berumur 30-an. Dari segi cerita, Johnny English tidak menampilkan sesuatu yang baru.
Johnny English:Reborn berhasil membuat seluruh bioskop tertawa terbahak-bahak karena lelucon film itu sendiri. Dan kali ini, Rowan Atkinson berhasil membuat saya menyukainya. Namun,terkadang lelucon yang diberikan terlihat terlalu dibuat-buat sehingga membuat penonton menjadi muak. Dan sesekali juga,Rowan Atkinson menyelipkan sedikit gerak-gerik dan lelucon yang ia tampilkan di film Mr.Bean.
Terkadang, komedi yang diberikan terlihat tidak jelas membuat cerita menjadi membosankan dan monoton. Pemain-pemain lainya terlihat dibiarkan begitu saja hanya untuk 'pemanis' di cerita ini. Segi akting, para pemain tampil mengesankan. Sebut saja,nenek-nenek itu. Oliver Parker patut bangga karena memiliki jajaran pemain yang mampu menambah mood penonton.
Overall,Johnny English Reborn bukanlah film yang paling mengesankan di tahun 2011 ini. Tetapi, Johnny English Reborn tampil jauh dari dugaan saya. Tetapi, Johnny English Reborn bukan film favorit saya. saya dengan gampang melupakanya. Lelucon yang diberikan kadang terlihat sangat lucu dan menarik, namun kadang kebalikanya. Dan opening yang mengesankan!!
C+
Subscribe to:
Posts (Atom)













