23 November 2012

Quick Review: Test Pack: You're My Baby (2012) & The Raid (2012)

Test Pack: You're My Baby

Test Pack yang digarap berhasil oleh Monty Tiwa mengisahkan tentang sepasang suami istri, Rahmat (Reza Rahadian) dan Tata (Acha Septriasa) yang telah menikah tujuh tahun lalu masih belum dikarunai anak. Usaha mereka tampaknya sia-sia karena mereka masih belum mempunyai anak. Munculah Shinta (Renata Kusmanto) yang ingin kembali merebut hati Rahmat karena telah bercerai dengan suaminya Heru (Dwi Sasono). Masalah datang terus menerus membuat pernikahan Rahmat dan Tata berada di ujung tanduk. Test Pack: You're My Baby, sudah lama saya tidak dibuat terpesona seperti ini oleh film lokal. Drama-romance yang telah dirindukan oleh seluruh orang-orang Indonesia. "Test Pack" hadir dengan begitu memikat walaupun sedikit bertele-tele. Sudah lama pula saya tidak tertawa lepas selepas ini oleh film lokal. Ini juga dukungan dari para pemainya yang bermain dengan sangat-sangat baik, terutama Acha Septriasa. Ya, menurut saya aktingnya tidak pernah mengecewakan. Namun, disini saya melihat Acha yang dewasa. Kemudian, Reza Rahadian yang juga terlihat lebih oke. Dibandingkan dengan film lainya "Perahu Kertas". Reza Rahadian lebih terlihat menyukai Test Pack lebih karena aktingnya. Dan para pemain pendukung lainya juga bermain dengan total. Test Pack: You're My Baby adalah film lokal yang sangat menghibur dan menyenangkan. Emosional di beberapa bagian tanpa harus terlihat cengeng. Menyentuh hati para penontonya lewat akting mereka yang brilian. Dan ending-nya yang berhasil mencampurkan semua emosi penontonya, dimana penonton pasti akan tertawa, terharu, tersenyum atau bahkan terkaget-kaget. Ya, film yang satu ini sangat sayang untuk dilewatkan.


B+


The Raid
The-Raid-Redemption-poster
The Raid dibuka dengan sekelompok pasukan yang ditugaskan untuk menyerbu markas yang berisikan orang-orang kriminal dengan tingkat bela diri yang mengerikan. Pasukan ini dipimpin oleh Jaka (Joe Taslim). Jaka boleh bangga dengan anggota pasukan nya karena mereka semua mempunyai peralatan yang sungguh lengkap. Namun, pada akhirnya para orang-orang kriminal ini akan menendang bokong para pasukan-pasukan ini dengan tangan kosong. 100 menit untuk film aksi lokal adalah sesuatu yang perlu dibanggakan. Sampai ke Hollywood pula. The Raid memang belum sempurna. Seperti para pemainya, aktingnya tidaklah seberapa. Sekali lagi Iko Uwais menunjukkan kepada para penonton bahwa ia tidak bisa berakting. Namun, Ray Sahetapy menutupi kekurangan Iko Uwais dan pemain lainnya. The Raid hadir dengan adegan menegangkan dan mengerikan tanpa basa-basi. Aksi yang akan membuat mata para penontonya terbuka lebar. Setelah selesai menontonya, saya cukup puas dan tidak ada sedikitpun rasa kecewa. The Raid telah membuktikan bahwa kita masih ada film lokal yang bermutu.



A

No comments:

Post a Comment