26 December 2012

Countdown To 2013: Worst Movies Of 2012

2012 bukanlah tahun yang baik bagi dunia perfilman. Karena, masih banyka sekali karya-karya dari berbagai sutradara yang sangat mengecewakan. Buruk adalah kata yang tepat untuk mendefinisikan sepuluh film dibawah ini atau sepuluh film di daftar ini. Kita tahu bahwa Indonesia masih diisi dengan film-film kacrut seperti karya-karya dari Nayato dan KK Dheeraj. Di luar sana, ada banyak film-film yang sama kasusnya seperti film Indonesia. Kebanyakan film dibawah ini hanya mengandalkan keseksian wanita-wanita di dalam film nya. Namun, ada pula yang memang sudah buruk dari awalnya (ini lebih menyedihkan dibandingkan film yang hanya mengandalkan keseksian perempuan-perempuan di dalam filmnya). Berikut inilah sepuluh film-film buruk yang mengisi tahun 2012 ini. Eits, tunggu dulu. Sebelum melihat ke daftar film terburuknya, mari kita lihat film-film yang hampir masuk ke daftar film terburuk:



Movies that almost made it through the list:

House At The End Of The Street
Selain judulnya yang betul-betul klise, film nya pun tak kalah klise. Mau-maunya Jennifer Lawrence menerima tawaran bermain dalam film ini. Well, tidak sepenuhnya buruk. But, From Winter's Bone to Silver Linings Playbook to The Hunger Games and this? Really? Sangat mengecewakan. Mark Tonderai tidak pernah benar-benar tampil dengan meyakinkan dalam mengeksekusi film ini. Alhasil, "House At The End Of The Street" berakhir sebagai sebuah film thriller/horror yang gagal tampil maksimal walaupun telah didukung oleh penampilan karakter utamanya yang memukau. Bukan sebuah karya yang membanggakan.

HICK
HICK mempunyai premis yang menarik. Dan mampu mencuri perhatian penonton hanya dengan kedipan mata. Sama halnya dengan "House At The End Of The Street", walaupun telah didukung dengan penampilan Chloe Moretz dan pemeran pembantu lainya yang sudah pas. HICK gagal tampil sebagai film yang mudah untuk dinikmati semua orang. Sebuah karya yang jelas tidak akan diingat atau buru-buru dilupakan oleh penonton. Kita sebagai penonton sangat menyesal telah menyaksikan sebuah film yang sebenarnya mampu tampil sebagai film yang menarik dan mengasyikan, namun berakhir sebagai mimpi buruk.

Di Timur Matahari
Sebuah niat yang baik untuk menciptakan sebuah film yang seperti ini apalagi di tahun 2012 ini dimana maraknya film-film tidak berbobot yang hanya menghadirkan hantu-hantu bodoh. Lepas dari niat baik tersebut, "Di Timur Matahari" masih gagal tampil menarik dan mengasyikan. Boleh saja dibilang menyentuh. Tapi, yang ada hanyalah sebuah film lokal kita yang (lagi-lagi) gagal untuk tampil maksimal di setiap adeganya. Apalagi adegan bodoh di akhir cerita. Konflik yang seakan dilupakan, namun sayangnya penonton tidak sebodoh yang dipikirkan. Kita masih mampu menyadari banyaknya kekurangan film ini. Sebuah film yang seharusnya bisa tampil lebih baik, namun berakhir dengan sebuah kegagalan.

Grave Encounters 2
Terlepas dari bagusnya (katanya) seri pertamanya, Grave Encounters 2 berniat untuk melanjutkan kesuksesan seri pertamanya. Namun, hasilnya hanya kegagalan yang bisa saya liat dan deskripsikan. Unsur horrror yang saya cari-cari tidak muncul pada saat-saat yang sebenarnya bisa menjadi adegan yang sangat mengerikan. "Grave Encounters 2" tidak pernah tampil semengerikan yang saya kira sebelumnya. Entah berharap terlalu tinggi atau bagaimana, "Grave Encounters 2" habis begitu saja. Malah saya ingin cepat-cepat habis untuk mengakhiri kelakuan-kelakuan bodoh seluruh karakter di film ini. Sebuah film horror yang sangat mengecewakan. Kita butuh horror yang mampu membuat bulu kuduk kita berdiri, bukan malah membuat kita tertawa-tawa akan bodohnya film ini. BOO!

The Apparition
Another stupid horror movie! What's wrong with horro movies this whole year? Saya sepertinya belum benar-benar menemukan sebuah sajian horror yang menantang sepanjang tahun 2012 ini. Ashley Greene sebagai karakter utama di film ini seharusnya bisa menjadi salah seorang yang jika tampil di layar kaca mampu tampil memikat. Tapi, apa yang ia lakukan di sepanjang film hanyalah asal lewat saja. Secara keseluruhan, sebuah kebimbangan untuk menaruh "The Apparition" atau "Resident Evil: Retribution" kedalam daftar film terburuk. Karena dua-duanya memang adalah sebuah karya yang sangat jauh dari kata mengesankan.





Berikut ini adalah 10 film terburuk di tahun 2012:

10. Resident Evil: Retribution
Awalnya sih saya tidak setuju dengan orang-orang yang mengatakan bahwa Resident Evil: Afterlife adalah sebuah karya yang benar-benar buruk. Namun, ketika menyaksikan "Resident Evil: Retribution" saya baru benar-benar tahu betapa buruknya film yang satu ini. Tidak ada momen yang benar-benar berharga di sepanjang film ini kecuali pembukaan film nya yang masih pada taraf lumayan. Adegan slow-motion nya pun sepertinya tidak digunakan oleh Paul W.S Anderson dengan baik-baik. Dan adegan tersebut hanya berlalu bagaikan kentut saja. Begitu pula film nya sendiri, saya hanya menganggap bahwa "Resident Evil: Retribution" sebagai kentut saja. Kali ini masalahnya bukan apakah film ini mudah dilupakan atau kita yang ingin melupakan, tapi film ini benar-benar tidak ada sesuatu yang membuat saya mengingatnya. Betul-betul tidak ada.

9. The Witness
Entah mengapa saya cukup yakin dengan diri saya sendiri bahwa hanya sayalah yang akan menempatkan film yang dibanggakan kebanyakan orang (saya engga) akan keindahan film nya. Menurut saya, "The Witness" adalah film yang bodoh ditambah dengan adegan-adegan bodoh lainya. Well, sepertinya momen-momen yang ditunggu berlalu begitu saja. Anehnya lagi, film ini berubah menjadi film drama remaja Indonesia kebanyakan. Terlalu bertele-tele dalam menceritakan kisahnya. Konflik terlalu diperpanjang sehingga saya sebagai penonton yang lelah menonton "The Witness" ingin sekali buru-buru keluar dari bioskop. "The Witness" adalah salah satu film lokal kita yang paling saya tunggu-tunggu, namun sayangnya berakhir sebagai salah satu mimpi buruk saya. Sangat mengecewakan.

8. StreetDance 2
Sangat sulit untuk tidak menyukai film dance seperti ini. Seri pertamanya sangat sukses menjadi film yang menyenangkan dan menghibur. Sayangnya, seri keduanya berhasil sekali tampil sebagai film dance terburuk yang pernah saya tonton. TERBURUK. Adanya gabungan antara streetdance-latin sama sekali tidak membantu buruknya keseluruhan film ini. Meskipun penggabungan unsur baru tersebut cukup menarik untuk disaksikan. Konflik pun terlihat sangat sepele dan diabaikan begitu saja. Serta akting setiap pemain yang tampil sedatar keseluruhan film nya. Sebuah film yang sangat membosankan. Buruk, sangat amat buruk. Dan battle dance di akhir film sama sekali bukanlah sebuah battle yang mengasyikan. 

7. Detention

Detention hadir dengan premis dan konsep yang menarik. Sangat berbeda dengan kebanyakan film-film sejenis. Namun, saya sangat kebingungan dengan Joseph Kahn, apa sebenarnya yang ingin ia tunjukkan kepada penontonya? "Detention" tidak kuat jika dikatakan sebagai film Horror. Tidak cukup menegangkan jika dikatakan film Thriller. Dan tidak cukup lucu jika dikatakan sebagai film Komedi. Jadi, Detention adalah film yang serba nanggung. Akhirnya, apa yang saya dapat? Tidak ada. Detention adalah contoh lain dari buruknya film-film horror/thriller zaman sekarang. Sungguh mengecewakan. 

6. 404 Dark Flight
Biasanya film Thailand mampu tampil mengerikan. Bukan hanya karena hantu-hantu nya yang dituntut untuk tampil mengerikan saja, namun memang atmosfir nya sungguh berbeda. Beda untuk film kesayangan saya yang satu ini, 404 Dark Flight malah tampil lucu dengan pramugari-pramugari bodoh. Adegan yang ditampilkan di sepanjang film hadir dengan tanda tanya. Apa sih sebenarnya yang ingin disampaikan? Sebuah horror yang sangat membosankan, sekaligus mengecewakan. Dan adegan kesurupan di film ini ditunjukkan dengan sangat luar biasa norak.

5. Paranormal XPerience
Paranormal XPerience, sebuah judul yang sama sekali tidak ada hubunganya dengan isi filmnya. Well, anggap saja intinya "sebuah pengalaman dari enam karakter bodoh di film nya". Paranormal XPerience sangat berjalan lamban. Bahkan untuk sebuah film horror, seharusnya Paranormal XPerience sudah menciptakan sebuah atmosfir kengerian dari awal. Apa yang kita dapatkan hanyalah drama, drama dan drama. Bahkan para pemain disini berhasil tampil dengan "drama" yang sangat berlebihan. Mungkin mereka memang diciptakan untuk tampil menyebalkan dan sebodoh mungkin, jadi ketika penonton menyaksikan mereka mati kita tidak akan merasa sedih atau kasihan melainkan ber-terimakasih kepada sang sutradara. Ending-nya juga tidak kalah bodoh. Jadi, seharusnya judulnya gini saja: "Stupid Paranormal XPerience".

4. ATM
Sebenarnya ATM hadir sebagai salah satu film yang mampu tampil sebagai film yang menegangkan. Teror ruang sempit, kita saja jika membayangkan hal ini terjadi kepada kita pasti akan merasakan ketakutan yang amat sangat mendalam. Namun, adegan di dalam film tidak menggambarkan bahwa mereka merasa takut. Di adegan tersebut mereka seakan sengaja melakukan kebodohan sehingga mereka diteror seperti itu. ATM juga memiliki ending yang sangat tidak pantas dikatakan sebagai film. ATM memang sudah menjadi sampah dari menit pertama, apalagi menyaksikan bacot demi bacot di awal film yang super membosankan. Sebuah film teror ruang sempit yang sangat membosankan dan sangat mengecewakan.

3. Piranha 3DD
Lagi dan lagi film semacam ini dirilis. "Piranha" yakni seri pertamanya masih terbilang oke. Masih mampu menciptakan momen-momen menegangkan dan mengerikan. Saya akan beri "C+" bagi "Piranha". Namun, "Piranha 3DD" hadir dengan adegan-adegan tolol. Banyaknya wanita-wanita berbusana minim atau sama sekali tidak berbusana menambah keinginan saya untuk muntah didepan muka John Gulager. Mungkin ia berpikir bahwa jika ditambahkan unsur keseksian tersebut penonton tidak akan membencinya. Untuk membandingkan film ini dengan seri pertamanya saja sudah berat. "Piranha 3DD" pantas jika disejajari oleh film-film karya KK Dheeraj dan Nayato. Seburuk itukah? Ya. Sangat buruk.

2. Kuntilanak-Kuntilanak
Judulnya saja sudah sangat bodoh. Kuntilanak-Kuntilanak tidak boleh dikatakan sebagai film horror. Karena sama sekali tidak menciptakan atmosfir kengerian yang diinginkan, dan hantu tersebut pun tampil seminim mungkin. Kuntilanak-kuntilanak lebih ke arah drama. Twist nya mungkin berjalan dengan baik. Dan baru kali ini melihat Nayato tidak menambahkan unsur seksi kedalam filmnya. Namun, hasilnya malah bagaikan film horror yang asal jadi. Ingin meraup keuntungan lewat film semacam ini? Plis deh, gak ada yang lebih kampungan lagi? Masih zaman film semacam ini? Plis om tobat dong.

1. Kakek Cangkul
Menyesal sekali sepertinya telah meluangkan waktu menyaksikan film seburuk ini. Film terburuk tahun 2012 jatuh kepada KAKEK CANGKUL. Dari awal memang saya sebenarnya sudah tidak mau menyaksikan film ini, namun dipaksa. Bahkan dengan durasi yang sangat sebentar. Film ini sebaiknya dan seharusnya diperuntuk acara tv yang horror di siang bolong saja. Garing dan Garing. Zacky Zimah memang tidak pernah berhasil ngelucu. Walaupun Kakek Cangkul atau hantu di dalam film ini  tampil mengerikan, Kakek Cangkul tetaplah sebuah film horror/komedi yang sangat tidak layak dikatakan menghibur. Anggap saja saya salah masuk studio. Sebuah presentasi yang sangat buruk.

10 Film diatas adalah film-film mengecewakan yang mengisi tahun 2012 ini. Bukan hanya film lokal saja yang bisa tampil buruk, film-film luar juga tak kalah buruk. Saya berharap di tahun 2013 mendatang, tidak ada lagi film-film semacam ini. Dan film-film horror kacrut segera musnah dari muka bumi. 

15. House At The End Of The Street
14. HICK
13. Di Timur Matahari
12. Grave Encounters 2
11. The Apparition
10. Resident Evil: Retribution
9. The Witness
8. StreetDance2
7. Detention
6. 404 Dark Flight
5. Paranormal XPerience
4. ATM
3. Piranha 3DD
2. Kuntilanak-Kuntilanak
1. Kakek Cangkul

4 comments:

  1. Kok kayaknya tetep berasa jomplang ya nyandingin film macam RE sama Kakek Cangkul walaupun sama-sama jelek hehe

    IMO film-film terburuk 2012 itu:
    Abraham Lincoln Vampire Hunter
    Act of Valor
    Resident Evil Retribution

    ReplyDelete
  2. Abraham Lincoln emang kurang sih, malah tadinya mau masukin Lockout sama Rock Of Ages tapi ga jadi. haha masih terselamatkan sama film-flm diatas.

    Act Of Valor ga berani nonton, katanya jelek jadi males. ehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Act of Valor gak berani tapi kakek cangkul berani? :D

      Delete
  3. Hahaha anehnya iya, soalnya denger-denger kakek cangkul lebih lucu dari nenek gayung yaudah saya cobain.

    Tapi kalo act of valor pas liat trailer nya udah ga seneng, trus pada bilang jelek yaudah sampe sekarang ga ditonton. Sama kaya "Alex Cross". DVD nya udah nongkrong dirumah tapi males bgt mau nonton.

    ReplyDelete