
A

"The Lucky One" mengisahkan tentang Logan (Zac Efron) yang menemukan sebuah foto wanita yang bernama Beth (Taylor Schilling), foto itu diketahui menjadi hal yang menyelamatkan nyawa Logan. Logan berniat untuk mencari sosok wanita yang ada di foto tersebut. Setelah bertemu dengan wanita tersebut, Logan jatuh cinta dan begitu pula Beth. Terjadi kebimbangan karena jika Beth lebih memilih Logan, anaknya lah yang harus dikorbankan. "The Lucky One" jika dibandingkan dengan drama diatas, memang tidak ada apa-apanya. Hanya secuil upil. Namun "The Lucky One" masih bisa dibilang layak tonton. Namun sayangnya, Scott Hicks mengeksekusi "The Lucky One" menjadi sebuah drama keluarga yang kurang menyentuh. Bahkan, Scott Hicks tidak mencoba untuk menaruh beberapa adegan menyentuh di sepanjang film melainkan hanya berfokus kepada dua sosok karakter di dalam film ini yang tak ada habis-habisnya. Untung ada Taylor Schilling yang bermain dengan cukup mengesankan. Zac Efron juga tampil berani. Namun, ia pernah bermain jauh lebih baik dibandingkan di film ini. Pada akhirnya, "The Lucky One" bukanlah adaptasi Nicholas Sparks terburuk. Berterimakasih masih ada "The Last Song" yang jauh lebih buruk dibandingkan film ini. "The Lucky One" masih mampu menghibur penontonya lewat adegan-adegan sweet, tanpa berhasil menyentuh. Walaupun apa yang seharusnya dilakukan oleh Scott Hicks adalah menyentuh penontonya lewat adegan-adegan yang mengharukan. Bukanlah sesuatu yang istimewa dan "The Lucky One" tidak menampilkan sesuatu yang baru, namun masih bisa dikatakan sebagai tontonan yang menghibur.
C+
No comments:
Post a Comment