27 December 2012

QUICK REVIEW: The Perks Of Being A Wallflower (2012) & The Lucky One

The Perks of Being a Wallflower poster
"The Perks Of Being A Wallflower" mengisahkan tentang Charlie (Logan Lerman) yang baru pertama kali berada di High School, hari pertamanya tidak berjalan dengan baik karena ia mendapatkan gangguan-gangguan dari orang-orang disekitarnya. Beruntung ia bertemu dengan Sam (Emma Watson) dan Patrick (Ezra Miller). Kemudian, mereka bertiga menjadi seorang sahabat dekat yang mengerti satu sama lain dan belajar menerima kelemahan diri dan satu sama lain dan menjadi orang yang lebih baik. "The Perks Of Being A Wallflower" bisa dibilang salah satu drama terbaik di tahun ini, atau mungkin drama terbaik di tahun 2012 ini. Adegan-adegan di sepanjang "The Perks Of Being A Wallflower" ini terasa sangat mudah untuk dinikmati. Apalagi akting dari jajaran pemainya yang sangat mengesankan. Terutama Logan Lerman yang berhasil menjadi sosok Charlie yang struggling. Dan Emma Watson berhasil membuang jauh Hermione Granger,dan senang rasanya bisa melihat Hermione tanpa mengenakan seragam Hogwarts. Overall, "The Perks Of Being A Wallflower" adalah sebuah romcom yang sangat berhasil tampil dengan meyakinkan. Stephen Chbosky yang mengadaptasi langsung menjadi sebuah film berhasil membuat "The Perks Of Being A Wallflower" menyenangkan, menghibur dan sangat sulit untuk dilupakan. Jelas akan saya masukan ke daftar film terbaik di tahun 2012 ini.

          A 
"The Lucky One" mengisahkan tentang Logan (Zac Efron) yang menemukan sebuah foto wanita yang bernama  Beth (Taylor Schilling), foto itu diketahui menjadi hal yang menyelamatkan nyawa Logan. Logan berniat untuk mencari sosok wanita yang ada di foto tersebut. Setelah bertemu dengan wanita tersebut, Logan jatuh cinta dan begitu pula Beth. Terjadi kebimbangan karena jika Beth lebih memilih Logan, anaknya lah yang harus dikorbankan. "The Lucky One" jika dibandingkan dengan drama diatas, memang tidak ada apa-apanya. Hanya secuil upil. Namun "The Lucky One" masih bisa dibilang layak tonton. Namun sayangnya, Scott Hicks mengeksekusi "The Lucky One" menjadi sebuah drama keluarga yang kurang menyentuh. Bahkan, Scott Hicks tidak mencoba untuk menaruh beberapa adegan menyentuh di sepanjang film melainkan hanya berfokus kepada dua sosok karakter di dalam film ini yang tak ada habis-habisnya. Untung ada Taylor Schilling yang bermain dengan cukup mengesankan. Zac Efron juga tampil berani. Namun, ia pernah bermain jauh lebih baik dibandingkan di film ini. Pada akhirnya, "The Lucky One" bukanlah adaptasi Nicholas Sparks terburuk. Berterimakasih masih ada "The Last Song" yang jauh lebih buruk dibandingkan film ini. "The Lucky One" masih mampu menghibur penontonya lewat adegan-adegan sweet, tanpa berhasil menyentuh. Walaupun apa yang seharusnya dilakukan oleh Scott Hicks adalah menyentuh penontonya lewat adegan-adegan yang mengharukan. Bukanlah sesuatu yang istimewa dan "The Lucky One" tidak menampilkan sesuatu yang baru, namun masih bisa dikatakan sebagai tontonan yang menghibur.

         C+

No comments:

Post a Comment