
Butter mengisahkan tentang Laura Pickler (Jennifer Garner) dan suaminya Bob (Ty Burrell) yang ahli dalam memahat mentega (ya, mentega) menjadi sebuah gambar yang menakjubkan. Kemudian, seseorang mengatakan bahwa sudah saatnya untuk melepaskan dirinya sebagai pemenang dalam memahat mentega dan mencari orang-orang baru. Diadakanlah sebuah kontes memahat mentega. Kontes tersebut diikuti oleh istrinya yang tidak rela jika title kemenangan tersebut diberikan kepada orang lain, dan Destiny (Yara Shahidi) yang sedang mencari keberadaan ibunya, kemudian adapula selingkuhan Bob yakni seorang penari telanjang Broke (Olivia Wilde). Mereka semua berlomba untuk mendapatkan predikat pemahat mentega terbaik. "Butter" sebenarnya memiliki premis yang menarik, namun hasilnya bukanlah sesuatu yang istimewa. Keunggulan utama dari "Butter" adalah para jajaran pemain nya yang tampil sangat meyakinkan. Sebut saja, Jennifer Garner dan Olivia Wilde. Sedikit kecewa karena Hugh Jackman disini hanyalah sebagai tempelan. Ashley Greene juga tampil jauh lebih baik dibandingkan akting nya di "The Apparition" maupun "Twilight". Walaupun itu, "Butter" masih mampu menciptakan beberapa adegan yang sangat menyentuh hati lewat ending nya yang lumayan tersebut. Kelemahan nya jelas terletak pada pengeksekusian Jim Field Smith untuk membuat "Butter" menjadi lebih mudah untuk dinikmati. Banyaknya ide yang disertakan membuat film nya jadi kehilangan fokus. Sebut saja, dari politik ke keluarga ke percintaan kemudian membahas sedikit tentang hal-hal yang berbau rasis kemudian berakhir dengan persahabatan. Saya tidak benar-benar tahu apakah sebenarnya yang ingin disampaikan Jim Field Smith lewat film nya yang tak seberapa ini karena banyaknya ide yang membut film nya terasa begitu membingungkan daripada mengasyikan. Sebuah film mengenai kemarukan, seks dan mentega. Overall, sah-sah saja jika mengatakan "Butter" menghibur. Dan tidak masalah jika Jim Field Smith menambahkan unsur-unsur lain kedalam film nya daripada memfokuskan film-nya ke perlombaan tersebut. Namun, alangkah baiknya jika Jim Field Smith lebih konsisten dari adegan ke adegan untuk menciptakan sebuah film yang akan terus diingat. Sayangnya, setelah credit bergulir, "Butter" hanyalah sebuah film komedi yang gagal tampil lucu dan terlalu biasa untuk premis yang meyakinkan. Masih menghibur.
B-

"End Of Watch" mengisahkan tentang dua polisi Brian (Jake Gyllenhaal) dan Gavala (Michael Pena). Dua polisi yang sangat bersahabat dekat ini selalu membawa kamera nya dalam bertugas. Setiap mereka diberi tugas, mereka selalu merekam kegiatan-kegiatan tersebut. Semua tugas berlalu dengan hanya satu kedipan mata bagi kedua polisi ini. Namun, suatu ketika mereka terjebak kedalam sebuah sarang orang-orang buas yang dendam sekali terhadap mereka yang harus mengorbankan diri mereka sendiri. Lewat kamera tersebut, mereka telah merekam sebuah kisah mengenai mereka berdua. Kisah suka maupun duka, dan kegiatan selama bertugas yang terkadang menyenangkan, mengasyikan namun terkadang menegangkan dan membahayakan nyawa mereka. "End Of Watch" dengan mengejutkan mampu menyentuh saya sebagai penonton yang tidak menaruh ekspektasi apapun sebelum menyaksikan. "End Of Watch" memiliki keunggulan di pemain-pemain nya, teruntuk dua karakter utama. Tidak sangka bahwa Gyllenhaal dan Pena mampu membangun sebuah chemistry yang alamiah dan terlihat natural. Senang saja melihat chemistry tersebut. "End Of Watch" juga memiliki adegan-adegan yang menegangkan. Ya, walaupun terkadang "End Of Watch" tampil membosankan apalagi di paruh awal ketika "End Of Watch" terlalu bertele-tele dan terlalu diperpanjang. Saya paling suka ketika "End Of Watch" memusatkan pada Anna Kendrick dan Natalie Martinez dimana "End Of Watch" juga mampu menciptakan momen-momen indah bersama kedua pasangan yang ada di film. "End Of Watch" adalah sebuah film yang mampu menyentuh hati siapa saja lewat perjalanan kedua polisi brillian ini. Cukup jarang untuk mendapatkan sebuah presentasi semacam ini, apalagi dalam film action yang mampu juga menyentuh penontonya. Sebuah karya yang jauh dari kesan mengecewakan dan berhasil tampil menghibur dan menyenangkan. Dan lewat ending-nya yang sangat cerdas ditutup oleh perbincangan Brian dan Gavala yang lucu dan menyimpan memori-memori yang mengharukan bagi mereka berdua. Definitely a must-watch one! Recommended!
B+
No comments:
Post a Comment