
Now Is Good menceritakan tentang Tessa (Dakota Fanning) yang menderita penyakit leukimia. Dan diprediksikan hidupnya tak akan lama lagi. Maka itu, ia membuat sebuah daftar tentang apa yang akan ia lakukan seterusnya menjelang hari kematianya. Tessa tidak memiliki dukungan dari keluarganya. Namun, secara tiba-tiba ia menemukan Adam (Jeremy Irvine) yaitu tetangganya yang kemudian sangat mencintainya. Adam menemani Tessa menghabiskan momen-momen terakhir dalam hidupnya. Dan ia tersadar, bahwa cinta dan kasih sayanglah yang ia butuhkan sesungguhnya di saat-saat kritis ini.
Tidak ada yang istimewa sebenarnya, dan sebenarnya film dengan semacam ini sudah terlalu mudah ditebak. Karena film sejenis ini sudah ditampilkan beribu-ribu kali. Jadi, agak sulit untuk benar-benar menyukai "Now Is Good" secara keseluruhan karena "Now Is Good" harus bersaing dengan film-film sejenis ini lainya yang sebenarnya ada banyak lagi yang jauh lebih bagus dibandingkan "Now Is Good". Beberapa adegan pun amat klise. Adegan romantis yang ditunggu-tunggu pun tidak begitu saya terima dengan baik kecuali ketika Adam menuliskan nama Tessa di setiap tempat, okay that was sweet!
Terlepas dari mudahnya ditebak "Now Is Good", "Now Is Good" masih mempunyai ending yang sangat-sangat cantik. Jika ada award untuk ending terbaik, saya akan berikan untuk "Now Is Good". "Now Is Good" tidak memaksakan penontonya untuk menangis. Bahkan dari dialog yang disampaikan sudah terasa kesedihan yang mendiami keluarga ini. Ending nya yang cantik itu setidaknya mampu memperbaiki kekurangan-kekurangan beberapa adegan di dalam film yang seharusnya ditiadakan saja. "Now Is Good" juga sering sekali gagal menciptakan adegan yang seharusnya mampu membuat kita sedih, malah jadi flat. Dan gagal. Miss.
Dari akting para pemainya, sepertinya bukan akting terbaik Dakota Fanning. Tetapi tidak bisa diragukan lagu bahwa Dakota Fanning memang selalu berakting memukau. Jeremy Irvine juga tidak menunjukkan akting yang memukau sepanjang film, ia hanya memiliki wajah tampan tanpa akting yang menonjol. Pimp spot harus saya berikan kepada Olivia Williams yang bermain total sebagai ibu yang susah payah mengurus anaknya karena kesibukanya. Apalagi di akhir film, dimana ia benar-benar berakting dengan lepas. Paddy Considine juga bermain dengan cukup baik. Jadi, dari departemen akting tidak ada yang mengecewakan. Namun, akan lebih baik jika melihat Dakota Fanning lebih mendalami peranya lagi dan Jeremy Irvine yang lebih berakting secara natural.
Overall, "Now Is Good" adalah sebuah sajian yang tidak mengecewakan. Namun, saya menuntut lebih dari ini. Jika hasilnya gini sih kita sudah temukan di film-film lain. Tidak ada yang istimewa dan tidak akan menemukan hal-hal baru. Akting dari pemeran-pemeran nya juga cukup baik. "Now Is Good" mampu menyentuh di bagian ending dimana bagian ending tersebut adalah bagian terbaik dari keseluruhan. "Now Is Good" sangat mampu membawa kita ke suasana Tessa yang menyedihkan serta mengikuti momen-momen berharga nya sebelum ia benar-benar dipanggil. Dan kita seperti terbawa pada emosi yang ia rasakan. "Now Is Good" mampu menyentuh penonton nya di sebagian adeganya, dari kisah familiar-nya. Tidak buruk. Namun, bukan sebuah karya yang akan melekat di kepala kita terus-menerus.
B-
No comments:
Post a Comment