
Setelah kesepuluh nama-nama di bagian pertama pertama. Berikut ini adalah film yang benar-benar parah jeleknya. Sangat tidak enak dipandang mata. Berikut ini adalah kesepuluh film karya Nayato yang sangat-sangat memalukan:

Kali ini Nayato memakai nama Ian Jacobs, nama yang ia pakai untuk film semacam Pocong Jalan Blora dan Sarang Kuntilanak dibawah ini. Ceritanya basi, tentang Bimo yang ingin membuat acara televisi bernuansa horror karena ia merasa belum ada. Ia pun mengambil topik mencari ronggeng yang hilang. Bla bla bla mereka dihantui, mereka masuk ke rumah penari ronggeng tersebut, mati satu per satu. Pertanyaan terbesar? Apa hubunganya judul dengan isi dari film ini sebenarnya? Kuntilanak Beranak? Maksudnya? Apa sangking banyaknya kuntilanak di film, well tidak banyak juga sih karena hantu yang mucul cuma sekilas saja, maka itu dinamai Kuntilanak Beranak? Ini adalah film Nayato yang paling tidak nyambung dengan judulnya. Setidaknya sisa-sisa judul filmnya masih basi. Tapi ini sudah tidak ada sambunganya dengan film nya. Monique Henry, Ganeta Haruni mereka semua bermain dengan kaku se kaku-kakunya hingga tubuh mereka tidak dapat menyelamatkan film ini. Terlalu sampah untuk disaksikan. Mempertanyakan Nayato apakah ia benar-benar serius dalam membuat film yang satu ini? Dan matinya satu per satu pemain terlihat konyol sekali.
Rating: D-
9. Sarang Kuntilanak (2008)
Sarang Kuntilanak sebenarnya mempunyai cerita yang cukup menarik jika dipikir-pikir. Sekelompok mahasiswa yang ingin membuat film dokumenter, mengunjungi Dusun Kalimati. Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, salah satu dari mereka mengambil sebuah kalung yang tidak sengaja ditemukan dan setelah mengambil barang tersebut, satu per satu mulai dihantui oleh mahkluk gaib. Cukup menarik bukan? Namun, Ian Jacobs masih saja tidak mampu membuat Sarang Kuntilanak menjadi menyenangkan. Ya, memang para pemain juga tidak mampu mendukung filmnya sendiri. Dan adegan tiap adegan terlihat telat, tidak pas dengan sound-effect nya yang berlebihan itu. Sarang Kuntilanak bukanya tampil menyeramkan malah membuat saya kebingungan karena adegan nya tidak benar-benar dipoles dengan baik. Hantu nya pun gagal menakut-nakuti. Intinya, Sarang Kuntilanak sangat mengecewakan.
Rating: D-
8. Malam Jumat Kliwon (2007)

This is it! Termasuk salah satu film pertama Nayato yang saya saksikan. Dibalik judulnya yang terlalu memaksakan. Malam Jumat Kliwon mengisahkan tentang sekelompok pemuda menyebalkan yang melarikan diri dari razia mobil. Singkat saja, mobil mereka rusak. Kan, dari sini saja sudah terlihat betapa memaksakanya film ini. Terus bertemu dengan seorang gadis yang ingin mencari pacarnya, mereka memasuki gedung tua. Kemudian berpisah, satu per satu meninggal. Dan endingnya benar-benar norak dan bahkan itu tidak lucu. Berharap penonton bisa terawa dan relax setelah menonton film yang mengerikan dari awal hingga akhir, tidak juga, di tutup dengan ending yang sangat aneh dan tidak bisa dijelaskan betapa random nya ending dari film ini. Well, setidaknya ada adegan di ending yang lumayan mencuri perhatian. Setidaknya, lupakan saja. Film ini memang dibuat untuk dilupakan.
Rating: D-
7. Hantu Ambulance (2008)

Hantu Ambulance, tidak peduli apakah tertulis nama Suzzana atau tidak. Film ini tetap harus ditaruh pada tempatnya, tong sampah. Film sampah berikut ini mengisahkan tentang anak-anak muda yang mengontrak rumah di Jalan Bahureksa yang ternyata terdapat Ambulance yang katanya seringkali jalan-jalan sendiri. Mereka pun dihantui. Inilah film Nayato. Awal sampai akhir serba maksa. Pemainya pun tidak kalah kaku. Seperti Dimaz Andrean yang sudah berabad-abad bermain film ataupun sinetron masih saja terlihat gugup. Fitri Ayu bermain yang paling mendingan diantara semuanya. Hantu Ambulance sebenarnya bisa-bisa saja menjadi film yang menyeramkan dan horror yang dikatakan layak tonton. Namun, apapun jika ditangan Nayato pasti akan berantakan. Coba diberi ke sutradara yang lebih meyakinkan. Pasti hasilnya jauh lebih memuaskan daripada Hantu Ambulance yang mengecewakan ini.
Rating: D-
6. Hantu Jamu Gendong (2008)

Posternya benar-benar menjijikan. Tidak terlihat menyeramkan dan saya meragukan bahwa film ini sepertinya film komedi. Saya tidak merasakan kengerian yang orang lain rasakan di bioskop. Waktu saya menontonya, bioskop benar-benar sepi mungkin hanya sekitar 20 orang. Jadi, yang berteriak ya orang-orang itu saja. Hantu Jamu Gendong mengisahkan tentang Kafka yang ingin mencari tahu tentang Hantu Jamu Gendong yang telah menghantui teman-temanya. Ketika mencari tahu tentang hantu tersebut, ia malah ikut dihantui. Ya iyalah, kepo sih ingin tahu saja. Ya, itulah cerita Hantu Jamu Gendong. Sepertinya semua film horror yang dibuat oleh Nayato ceritanya sama saja. Julia Perez disini tidak tampil seperti di te[rekam] dimana di te[rekam] ia tampil sangat lucu dan selalu mampu mengundang tawa setiap kali ia muncul di layar. Namun kali ini setiap ia muncul, saya ingin muntah saja betapa menjijikanya ia dengan baju yang ia kenakan itu. Hantu Jamu Gendong adalah murni sebuah kegagalan. Bukanlah sebuah film yang layak tonton dan sama sekali tidak menghibur penontonya. Apalagi durasi nya yang kelewat sebentar. Bahkan sinetron Cinta Fitri jauh lebih lama durasinya.
Rating: F
5. Jeritan Kuntilanak (2009)

Saya tidak tahu kapan tepatnya film ini dirilis di layar lebar. Karena film ini benar-benar tidak terkenal, untunglah. Jeritan Kuntilanak saya lupa sekali dengan ceritanya, jadi sebaiknya saya ceritakan kesan-kesan saya menonton film yang luar biasa indah ini. Jeritan Kuntilanak sama sekali tidak ada hubunganya dengan film ini. Namun, Kuntilanak Beranak jauh lebih tidak ada hubunganya, sama saja. Jeritan Kuntilanak adalah horror esek-esek yang diikuti jejaknya oleh film-film sekarang. Catherine Wilson? tidak peduli. Joanna Alexandra bahkan masih tidak mampu menyelamatkan film yang saya sudah tahu akan gagal seperti film-film lainya semenjak detik awal film ini dimulai. Munculnya mahkluk gaib di dalam film ini benar-benar tidak mampu membuat bulu kuduk berdiri. Sangat mengecewakan.
Rating: F
4. Kuntilanak Kamar Mayat (2009)

Sepertinya Julia Perez adalah artis yang cukup banyak sekali dipakai oleh Nayato. Ew. Jelas-jelas aktingnya masih terlihat menganggu seringkali ia tampil. Kuntilanak Kamar Mayat tidak pernah membuat saya merasa ketakutan. Adanya Julia Perez disini cukup mampu mengundang tawa walaupun terkadang peranya cenderung mengesalkan. Inti dari film ini kelewat basi, telah dipakai oleh film-film horror yang sayangnya juga disutradarai oleh Nayato. Kuntilanak Kamar Mayat mempunyai Rizky Mocil yang sangat sangat menganggu. Berharap untuk tampil sebagai angin segar malah sangat garing dan menyebalkan. Dan poster nya terlihat sangat menjijikan juga. Sangat tidak enak dipandang mata. Dada mampu membuat pintu kulkas jadi retak. Baru tahu saya. Walaupun poster nya terlihat tidak menjanjikan, namun entah kenapa waktu itu saya tetap membeli tiketnya. Errr....
Rating: F
3. Pocong Jalan Blora (2009)
Pocong Jalan Blora adalah film yang termasuk Nayato menamai dirinya sebagai Ian Jacobs. Pocong Jalan Blora mengisahkan tentang sekumpulan orang kepo yang ingin mencari tahu keberadaan pocong di Jalan Blora. Betapa kurang kerjaanya mereka. Mereka pun dihantui Itulah balasan untuk orang-orang yang ingin tahu dan ikut campur masalah yang sebenarnya bukan urusan mereka. Pocong Jalan Blora memiliki nama-nama aktris yang sangat memalukan. Terutama Arumi Bachsin yang tidak bisa meyakinkan menontonya bahwa ia adalah seorang aktris. Monique Henry tampil sangat kaku, begitu pula sisanya. Kuntilanak Kamar Mayat memiliki poster yang kelewat berlebihan. Pocong Jalan Blora memiliki poster yang sama sekali tidak menyeramkan. Bagaimana film ini mencuri perhatian penontonya? Oh, ada yang seram rupanya. Nama Ian Jacobs yang terpampang di poster tersebut. Tidak perlu dijelaskan lagi bagaimana Pocong Jalan Blora, karena film ini benar-benar tidak enak dipandang mata. Dan oh my god say what? "The Scariest Horror Movie In Years??" You've got to be kidding me!
Rating: -
2. Kuntilanak Kesurupan (2010)

Kuntilanak Kesurupan saya ingat sekali lumayan mampu menarik beratus-ribu penonton pada tahun 2010. Entah apa yang ditawarkan Nayato di dalam film ini. Karena film ini benar-benar tidak menarik. Dari judulnya saja sudah bisa dibuktikan keanehan Nayato sebagai seorang sutradara. "Kuntilanak Kesurupan". Mungkin Nayato menganggap bahwa judulnya itu lucu, padalah sama sekali tidak! Kuntilanak Kesurupan menceritakan tentang seorang pria yang ditugaskan untuk membuat biografi mengenai seseorang, anehnya ketika ia sedang mengerjakan tugas yang diberikan tersebut, ia malah dihantui oleh Kuntilanak beserta pocong yang sudah ditunjukkan di depan poster yang luar biasa annoying itu. Kuntilanak Kesurupan mengandalkan Aziz Gagap sebagai komedian di film ini untuk tampi lucu. Sayangnya, Aziz Gagap cenderung gagal tampil lucu. What the fuck? Ada Kuntilanak minum air? Benar-benar luar biasa yah Nayato. Aziz Gagap memang awalnya lumayan mampu mengundang tawa. Namun, lama kelamaan menjadi kian garing. Kuntilanak Kesurupan ditutup dengan adegan film ternorak yang pernah saya tonton sepanjang hidup saya.
Rating: -
1. Pocong Jumat Kliwon (2010)

Inilah film terPARAH Nayato yang pernah saya saksikan dibioskop. Saya benar-benar kesal ketika keluar dari bioskop. Telah menyaksikan film. Dan saya tidak bohong, banyak sekali orang-orang yang keluar dari bioskop karena tidak bisa menahan diri untuk keluar. Bayangkan betapa jeleknya film ini. Posternya, berharap untuk tampil menyeramkan malah tidak menyeramkan sama sekali. Pocong Jumat Kliwon mengisahkan tentang sekelompok orang yang sedang syuting ditengah hutan. Keanehan demi keanehan mulai terjadi, ternyata mereka dihantui oleh sosok pocong yang mengikuti mereka sampai kerumah. Well, untuk pertama kalinya saya harus berdiri sambil bertepuk tangan untuk Monique Henry yang tampil mengesankan. Saya tidak bohong. Ia tampil dengan takaran yang pas. Ah, tapi jika melihat filmnya saya jadi mengesampingkan Monique Henry sebagai satu-satunya hal positif yang hadir di dalam film ini. Pocong Jumat Kliwon bukanlah film horror teman-teman, saya tidak rela film ini disebut sebagai film horror. Anggap saja Pocong Jumat Kliwon hanyalah uji coba Nayato ketika membuat film, namun tidak sengaja ada yang membocorkanya seperti kasus video Ariel kemudian terlirislah film setengah jadi. Mengecewakan dan memalukan.
Jadi, 20 film diatas adalah film-film dari sutradara kita yang membanggakan, Nayato Fio Nuala. Film terbaiknya sampai sekarang yang telah saya tonton masih Butterfly. Dan te[rekam]. Tidak peduli jika mengatakan bahwa saya berlebihan menaruh te[rekam] menjadi film terbaik Nayato. Saya cukup kecewa dengan film-film horror sekarang yang sudah kehilangan unsur horror yang mengerikan tersebut. Akan lebih baik jika Nayato membuat film drama tapi gagal dibandingkan horror tapi begini. Karena horror seharusnya tampil menyeramkan. Jika ia membuat film drama, mungkin akan lebih diterima dengan baik, jika membuat film horror yang sbenarnya dia sendiri sudah tahu bahwa ia tidak mempunyai bakat dalam membuat film semacam itu. Kesepuluh film diatas adalah film-film sampah yang sangat disesali oleh saya karena telah menonton karyanya. Nayato Fio Nuala, cepat-cepatlah sadar. Lihat apa yang telah kau perbuat. Post ini tidak akan membuat Nayato sadar memang, saya yakin karir Nayato sebagai Sutradara TERBAIK sepanjang sejarah Indonesia masih panjang. Saya masih menunggu film-film kacrut Nayato lainya.


No comments:
Post a Comment